Mercinews


Ketua FPMPA: Anggaran Kongres KNPI Capai Rp 9,8 M, Tak Masuk Akal

Ketua Forum Paguyuban Mahasiwa dan Pemuda Aceh (FPMPA) Sudirman.Foto

Banda Aceh, Mercinews.com – Besarnya anggaran yang diperuntukkan untuk perhelatan Kongres KNPI di Aceh menimbulkan polemik yang semakin menajam. Pasalnya, anggaran untuk satu kegiatan tersebut menyerap anggaran mencapai Rp 9,8 miliar yang bersumber dari APBA tahun 2018 .

Ketua Forum Paguyuban Mahasiwa dan Pemuda Aceh (FPMPA) Sudirman menilai anggaran yang sangat fantastis tersebut jelas-jelas tidak masuk akal dan sangat merugikan masyarakat Aceh.

“Setahu kami kongres adalah agenda nasional yang menjadi tanggung jawab DPP KNPI, dan dibebankan di APBN, bukan APBA,” kata Ketua Umum FPMPA, Sudirman kepada Ajnn Sabtu (8/9/2018)

Hal tersebut, kata Sudir, sudah tertuang dalam AD/ART KNPI yang menyebutkan bahwa penyelenggaraan dan penanggungjawab kongres adalah KNPI.

“Tentu selaku panitia lokal kongres, DPD KNPI Aceh juga membutuhkan anggaran. Tapi, apakah benar membutuhkan biaya sebanyak itu,” ujarnya.

Baca juga:  Wahyu Saputra Nilai Rp 9,8 Miliar Kecil untuk Menjamu Pemuda Indonesia

Ia menilai beberapa list kebutuhan yang direncanakan menggunakan anggaran Rp 9,8 miliar tersebut terasa janggal dan tidak masuk akal, salah satunya pembiayaan untuk transportasi peserta.

“Bukannya masing-masing DPD KNPI di semua tingkatan punya anggaran yang bersumber dari anggaran pemerintah daerah masing-masing, kalau pun tranportasi mereka dibiayai oleh kongres, kenapa menggunakan APBA,” ungkapnya.

Sudir menilai, kebutuhan untuk pegelaran kongres yang tertulis dalam anggaran Rp 9,8 miliar tersebut akan tumpang tindih dengan kebutuhan yang diplotkan dengan menggunakan anggaran pusat, dan bisa terjadi penyelewengan terhadap penggunaan anggaran tersebut.

“Maka kami menilai itu tidak efektif dan efisien, hanya menghamburkan uang rakyat Aceh di tengah tekanan ekonomi nasional. Terlalu besar anggaran hanya untuk memenuhi kebutuhan panitia lokal selama kongres berlangsung,” tegasnya.

Baca juga:  Pemerintah Abdya dan LSM Galang Dana Untuk Korban Gempa Lombok

Seharusnya, lanjut Sudir, DPD KNPI Aceh peka terhadap kondisi Aceh yang saat ini menduduki peringkat ke enam provisi termiskin Se-Indonesia.

“Harusnya KNPI Aceh memiliki visi yang jauh kedepan, seyogyanya berfokus terhadap peningkatan skill pemuda yang kelak mampu membuka lapangan kerja dan menyelamatkan Aceh dari keterpurukan di sektor ekonomi,” ujarnya.

Sambung, Sudir, FPMPA selaku lembaga yang menaungi organisasi paguyuban pemuda dan mahasiswa Se-Aceh meminta Pemerintah Aceh untuk meninjau dan mengevaluasi kembali plot anggaran untuk kegiatan Kongres KNPI, tujuannya agar tidak terjadi polemik dikemudian hari.

“Kalau perlu jangan dicairkan anggaran itu. Perihal untuk kebutuhan panitia lokal kongres, Pemerintah Aceh dapat mengalokasikan kembali sesuai dengan kebutuhan,” tegasnya.[]

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.