Mercinews


Jembatan Penghubung Bireuen-Tekengon Amblas

Bireuen, Mercinews.com – Jembatan Jamur Ujung, Kecamatan Wih Pesam, Bener Meriah, putus, Rabu (19/12/2018).

Abutment jembatan penghubung Kabupaten Bireuen menuju Takengon, Aceh Tengah, itu amblas setelah digerus air sungai. Untunglah kejadian itu tak memakan korban.

Meski sempat menyebabkan arus transportasi lumpuh, hingga akhirnya dialihkan ke melalui Pante Raya-Simpang Teritit, Bener Meriah. Akses alternatif tersebut membuat jarak tempuh lebih jauh sehingga memakan waktu lebih lama.

Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) I sedang mendatangkan jembatan bailey untuk menangani sementara arus transportasi Bireuen-Tekengon.

Kepadal BPJN I Aceh Ahmad Subki mengatakan, bailey milik Dinas PUPR Aceh itu nantinya dipasang di samping jembatan Jamur Ujung yang putus tersebut.

Baca juga:  Pemkot Surabaya Tunjuk Tim Ahli Teliti Penyebab Jalan Gubeng Ambles

“Didatangkan dari Lhokseumawe. Biasanya proses pemasangan hanya memakan waktu dua hari saja,” katanya saat dihubungi Beritakini Rabu malam.

Untuk penanganan menyeluruh, kata Ahmad, BPJN telah memutuskan untuk membangun jembatan baru di lokasi itu. Sumber dananya diambil dari dana efisiensi lelang APBN 2018.

“Jadi sangat tepat juga mengingat anggaran 2019 baru disahkan, sisa lelang APBN 2018 dapat dimanfaatkan untuk membangun jembatan baru,” katanya.

Ahmad Subki mengungkapkan, jembatan yang patah tersebut juga sudah berusia sangat tua. Umurnya sudah mencapai 42 tahun, sejak dibangun pada 1976 silam.

Fisik jembatan ini memiliki panjang sekitar 20 meter dan lebar enam meter.

Baca juga:  Pemkot Surabaya Tunjuk Tim Ahli Teliti Penyebab Jalan Gubeng Ambles

“Sudah sangat tidak standar lagi, dibandingkan lebar jalan saat ini mencapai tujuh meter, jadi dengan kejadian ini mau tak mau, ada atau tiada uang, harus dibangun baru,” katanya.

Rencananya, kata Ahmad, akan dibangun jembatan dengan panjang yang sama namun memiliki lebar sembilan meter.

“Biar lebih mantap dan masyarakat pun menjadi senang,” katanya. Dana yang dibutuhkan untuk itu, kata Ahmad, diperkirakan mencapai Rp 9 miliar.

“Setiap tahun anggaran BPJN Aceh selalu saja ada sisa lelang, dan tahun ini dapat dimanfaatkan untuk membangun jembatan yang terputus tersebut,” katanya.

Beritakini.co

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.