Mercinews


Larang Pengerahan Massa ke TPS, Polisi: Sudah Ada Petugas

Larang Pengerahan Massa ke TPS, Polisi: Sudah Ada Petugas/ Foto: Lamhot Aritonang

Jakarta, Mercinews.com – Polisi mengantisipasi adanya pengerahan massa ke tempat pemungutan suara (TPS). Polisi mengimbau warga untuk tidak menjaga TPS karena sudah ada petugas yang melakukannya.

“Saya pikir nggak usah mikirin yang tidak-tidak, mau lakukan kegiatan berkumpul gitu. Ngapain dia nongkrong-nongkrong di TPS? Mau ngapain? ‘Kan nggak perlu, apalagi kegiatannya mobile, mau ngapain?,” jelas Kapolres Jakarta Selatan Kombes Indra Jafar kepada wartawan di Mapolres Jaksel, Jalan Wijaya II, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (16/4/2019).

Indra mengatakan polisi menjamin keamanan di TPS. Polisi akan berpatroli ke TPS untuk memastikan keamanan.

“Ada patroli gabungan disediakan TNI-Polri yang melakukan patroli secara skala sedang dan besar, sudah ada itu,” ucapnya.

Baca juga:  Jokowi Pamer Indonesia Wisata Halal Nomor Satu Dunia

Berdasarkan informasi hasil intelijen, polisi memetakan sejumlah kerawanan pada saat pencoblosan. Salah satunya ada gerakan ‘Rabu Putih’ oleh pihak-pihak tertentu yang diduga akan mengerahkan massa ke TPS untuk ‘menjaga’ TPS.

“Ya mungkin dari kelompok-kelompok tertentu ini ingin starting bersama-sama dengan kelompoknya mereka dari tempat-tempat ibadah kemudian datang ke TPS ramai-ramai,dia cuma nunggu aja di sana,” tuturnya.

Indra menegaskan bahwa pengerahan massa ke TPS tidak diperbolehkan karena khawatir akan mengganggu secara psikologis pemilih yang datang ke TPS.

“Sekali lagi bahwa yang datang ke sana untuk orang-orang yang memberikan haknya atau suaranya, perangkat TPS sudah ada di sana. Sehingga tidak perlu lagi orang lain yang ikut-ikutan,” tuturnya.

Baca juga:  Prabowo Ucapkan Selamat Hari Kartini: Jangan Pernah Menyerah

Indra meminta warga mempercayakan pengamanan pemilu kepada petugas dan aparat yang berwajib. “Percaya pada KPU sebagai pelaksana dan kami akan mengamankan,” tegas dia.

Lebih jauh, Indra sudah memetakan ada beberapa masjid yang akan dijadikan tempat kumpul massa pada saat pencoblosan nanti.

“Kalau dikira ada belasan masjid lah. Belum bisa memastikan, tapi kita update terus sampai nanti malam,” lanjutnya.

Dia tegaskan, polisi akan menindak bila massa tersebut mengganggu proses pencoblosan.

“Kami tidak berharap mereka akan mengganggu, tapi tetap kita antisipasi manakala mengganggu kita tindak,” tandas Indra.

(mea/mea)

Sumber: detikcom

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.