Mercinews

Nasional

20 Tahun di Pemerintahan, JK: Paling Sulit Mendamaikan Konflik Aceh, Poso, Ambon

Wakil Presiden Jusuf Kalla

Jakarta, Mercinews.com – Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menceritakan pengalamannya menjadi pejabat negara selama 20 tahun. JK menuturkan banyak ceritanya kepada siswa SMP Islam Athirah yang melakukan kunjungan ke Kantor Wakil Presiden.

SMP Islam Athirah sendiri merupakan sekolah yang dibangun oleh JK untuk menghormati ibunya. Kepada para siswa yang hadir, JK mengaku semua jabatan yang ia emban dapat dijalankan dengan baik.

“Alhamdulillah semua berjalan saya 20 tahun. Di pemerintahan dari Menteri Menko Kesra, Wapres dua kali, semuanya alhamdulillah,” tutur JK di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (17/10/2019).

JK juga memberi motivasi kepada para siswa untuk maju menjadi pemimpin tak harus dari daerah tertentu. Dengan ulet belajar dan kerja keras, menurut JK, kesuksesan bisa diraih siapa saja.

Baca juga:  JK Minta Bendera "Bintang Kejora" Papua diubah seperti di Aceh

“Kenapa saya bisa dari Makassar tapi menduduki posisi berkali-kali di pemerintah pusat? Yang pertama, saya belajar dengan baik, mulai dari SD di Bone, SMP di Makassar. Kemudian terus di Makassar sampai tamat universitas. Jadi orang Makassar pun sekolah di Makassar pun bisa menjadi pemimpin bangsa, bukan hanya orang sekolah tinggi di luar negeri atau di Jawa,” sebut JK.

Meski demikian, JK mengaku ada tantangan sendiri saat berada di pemerintahan. Dia mengatakan hal yang paling sulit ialah mendamaikan konflik.

“Perdamaian. Paling sulit, perdamaian, Aceh dulu, Poso, Ambon itu paling sulit. Itu berkelahi, itu paling sulit untuk mendamaikan paling sulit. Tapi alhamdulillah tercapai,” tuturnya.

Secara umum, JK mengaku tidak merasa berat dalam menjalankan tugas. Dia mengatakan segala pekerjaan harus dikerjakan dengan ikhlas.

Baca juga:  Bicara Perdamaian, Jusuf Kalla Bandingkan Situasi di Aceh dan Papua

“Bagi saya, semua tugas itu dijalankan dengan ikhlas. Semuanya berkesan. Tugas di luar, baik di dalam negeri, luar negeri berkali-kali tiap tahun. Dalam negeri, daerah sangat berkesan. Kalau mendamaikan orang yang berkonflik, berperang itu juga paling berkesan. Tentu tidak mudah. Tapi insyaallah, kita bisa lalui,” sebutnya.

Seperti diketahui, JK pernah menjadi Menteri Perindustrian dan Perdagangan pada 1999-2000. Kemudian dia juga dipercaya menjadi Menko Kesra pada 2001-2004. JK lalu digandeng Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjadi wakil presiden 2004-2009.

JK juga sempat mencalonkan diri menjadi presiden berpasangan dengan Wiranto. Pada pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) 2014-2019, JK kembali dipercaya menjadi wakil presiden.[m/]

Comments
To Top