Mercinews


Mahasiswa UIN Ar-Raniry: Persatuan dan Kesatuan Bangsa adalah Harga Mati!

Pengurus Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) dan sejumlah ketua lembaga mahasiswa UIN Ar-Raniry pada jumpa pers, Jum’at (24/5/2019) malam di Banda Aceh.

Banda Aceh, Mercinews.com – Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry mengeluarkan pernyataan sikapnya terkait polemik pasca pemilu 2019.

“Tentu, segenap warga negara mengharapkan pemilu berjalan sesuai asas bersih, jujur, adil, dan damai,” kata Rizki Ardial, Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) yang didampingi sejumlah ketua lembaga mahasiswa UIN Ar-Raniry ketika membacakan pernyataan sikap terkait polemik pasca pemilu, Jum’at (25/5/2019) di Banda Aceh.

Apabila dalam proses (pemilu) dipandang berlangsung penuh kecurangan, maka mereka mendorong penyelesaian secara hukum.

Baca juga:  Kapolri imbau jangan ada mobilisasi massa sikapi Pemilu 2019

“Karena Indonesia masih merupakan negara hukum, bagaimanapun itu persatuan dan kesatuan atas kemajuan bangsa adalah harga mati,” sebutnya.

Oleh karena itu, mereka mengatakan mahasiswa Aceh tidak mau daerah-daerah di Indonesia merasakan akibat dari gejolak tersebut seperti yang ada di Jakarta.

“Seperti yang kita ketahui Aceh merupakan daerah bekas konflik yang sedang berfokus pada pembangunan, jangan sampai akibat dari gejolak tersebut dapat memecah konsentrasi pemerintah dalam mengupayakan pembangunan maksimal di Aceh,” jelasnya.

Baca juga:  Capres Jokowi Ingin Merangkul Prabowo

Jika memang ini terjadi, menurutnya tidak menutup kemungkinan Aceh akan kembali bergejolak seperti yang sudah pernah terjadi pada masa silam dulu.

“Sebagai generasi Aceh, dimana Aceh telah merasakan konflik 30 tahun, kami merasa perlu untuk semua pihak mengawal agar Aceh tidak kembali dilanda konflik akibat efek perselisihan Pilpres,” terangnya.

Mereka mengatakan, Negara harus hadir dalam upaya untuk mewujudkan rekonsiliasi tanpa pertumpahan darah.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.