Mercinews


Dua Laskar FPI yang Tertembak Peluru Karet saat aksi di Jakarta Dipulangkan ke Aceh

Ilustrasi massa FPI saat menggelar aksi damai di Jakarta. (Foto: Ist)

Lhokseumawe, Mercinews.com – Ketua Front Pembela Islam (FPI) Lhokseumawe, Tgk. Muhammad Iqbal dan laskar FPI Aceh, Jumadil, yang tertembak peluru karet saat aksi 22 Mei 2018 sekitar pukul 03.00 WIB di Jakarta, kini telah dipulangkan ke Aceh.

Panglima Laskar FPI Aceh, Khairul Rizal, mengatakan, sebenarnya ada empat anggota FPI Aceh yang kena tembakan peluru karet saat aksi itu. Namun, yang kondisinya sedikit parah dua orang yaitu Tgk. Muhammad Iqbal dan Jumadil. Keduanya sudah dipulangkan ke Aceh pada 24 Mei 2019

“Beliau (Tgk. Iqbal) tertembak peluru karet di bagian perut, sementara Jumadil di bagian bahu sebelah kiri. Isu yang beredar bahwa meninggal dunia, itu tidak benar,” kata Khairul Rizal, kepada portalsatu.com, Sabtu, 25 Mei 2019.

Baca juga:  Hadiri Wisuda Sekolah Bunga Matahari, Dyah Erti: Bentuklah Karakter yang Baik

Khairul menjelaskan, ketika mengetahui ada peserta aksi dari FPI yang tertembak, pihaknya langsung memberikan pertolongan pertama bersama relawan. “Setelah itu dievakuasi ke rumah sakit, kalau tidak salah saya saat itu keduanya dirawat di Rumah Sakit TNI Angkatan Laut. Itu kejadiannya di Markas Front Pembela Islam (FPI) di Jalan Petamburan III, Tanah Abang, Jakarta Pusat,” ujarnya.

Menurut Khairul, mulanya serangan itu terjadi di kawasan Kantor Bawaslu RI karena diduga ada provokator. Kata dia, pihak keamanan kemudian berupaya membubarkan massa sehingga sebagian massa lari ke kawasan Tanah Abang.

Baca juga:  Pos TNI AL Pusong Dikepung Massa, Api Menyala dan Batu Beterbangan

“Jadi ketika itu di Tanah Abang pun karena sudah rusuh maka FPI bersiap-siap, dan kejadiannya sekitar pukul 03.00 WIB. Yang menjadi korban Tgk. Muhammad Iqbal, warga Gampong Kuta Blang, Lhokseumawe, dan Jumadil, warga Gampong Babah Krueng, Kecamatan Sawang, Aceh Utara,” katanya.

“Berkenaan dengan adanya video yang beredar bahwa ada anggota FPI Aceh yang meninggal dunia akibat aksi tersebut, itu tidak benar. Kita pun tidak mengetahui siapa yang menyebarkan video tersebut. Artinya, tidak ada (anggota FPI Aceh) yang meninggal,” ujar Khairul.

 

Editor: portalsatu.com

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.