Mercinews

Hukum

3 Wanita dan 2 Pria Ditangkap Sedang Pesta Sabu di sebuah rumah Banda Aceh

3 Wanita dan 2 Pria Ditangkap Sedang Pesta Sabu di sebuah rumah Banda Aceh/ Foto: Beritakini.co

Banda Aceh, Mercinews.com – Personel Opsnal Unit I Satuan Reserse Narkoba Polresta Banda Aceh membekuk lima orang yang sedang pesta sabu. Dua di antaranya adalah pasangan suami istri yakni IYP (36) dan NSK (45).

Sementara tiga lainnya masing-masing, seorang wanita berinisial DSS (34) tenaga kontrak, SH (55) berprofesi sebagai tukang pijat, dan CF (26) merupakan ibu rumah tangga asal Kluet Utara, Aceh Selatan.

Mereka itu dibekuk di sebuah rumah di Desa Geuceu Kayee Jato, Banda Aceh, Rabu (11/12/2019).

“IYP dan NSK merupakan suami isteri yang menyediakan tempat pesta sabu–sabu di rumah mereka, barang haram tersebut merupakan milik DSS (34) yang dibeli pada Ujang, saat ini buronan,” kata Kapolresta Banda Aceh melalui Kasat Resnarkoba AKP Boby Putra Ramadan Sebayang, Kamis (12/12/2019).

Baca juga:  Bocah yang Ditemukan di Kolong Jembatan Lamnyong sudah Bertemu Keluarga

Berawal dari informasi masyarakat yang melaporkan keresahannya terhadap tingkah laku para tersangka yang hampir setiap hari menggunakan barang haram tersebut. Boby Putra Ramadan Sebayang mengatakan, petugas pun melakukan penyelidikan terhadap laporan tersebut.

“Saat kami melakukan penyelidikan, kami berhasil meringkus tersangka yang sedang pesta sabu–sabu,” ujar Boby, Kamis (12/12/2019).

Kemudian, lanjutnya, petugas menyita satu bungkusan plastik warna bening yang berisikan kristal warna putih dengan berat lebih kurang 0,08 gram. Sabu tersebut merupakan sisa yang belum habis dipakai.

“Barang bukti lain adalah alat hisap sabu berupa bong yang terbuat dari botol minuman, pada tutupnya telah terpasang dua buah pipet bening,” kata Boby.

Baca juga:  Ini Kronologi Penemuan Benda Diduga Bom di Lampriet Kuta Alam Banda Aceh

Selanjutnya, petugas juga menemukan dua buah pipa kaca, empat buah pipet warna bening, dua buah sumbu, dua buah mancis, satu buah kotak rokok merk magnum.

Sementara itu, pada saat dilakukan interogasi oleh penyidik, DSS mengakui bahwa barang haram tersebut miliknya yang dibeli dari Ujang Rp 250 ribu di kawasan pinggiran Krueng Neng, Banda Aceh.

Kelima tersangka, dijerat Pasal 112 ayat (1) jo Pasal 114 ayat (1) jo Pasal 127 ayat (1) huruf a, Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun penjara.[m/]

Comments