Daerah

49 Pekerja China yang Masuk Via Bandara Haluoleo Kendari Ternyata Orang Baru

Foto: Screenshoot video (dok. istimewa)

Kendari, Mercinews.com – Kepala Wilayah Kemenkumham Sulawesi Tenggara Sofyan menyatakan, jika 49 tenaga kerja asing (TKA) yang tiba di Kendari Sultra merupakan TKA China yang baru saja datang lewat Bangkok, Thailand. Namun mereka sudah menjalani karantina selama dua pekan sebelum masuk ke Indonesia.

Sebelumnya polemik kedatangan TKA China yang masuk melalui Bandara Haluoleo, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara terus bergulir setelah sebelumnya Kapolda Sultra Brigjen Pol Merdisyam menyatakan, puluhan TKA tersebut merupakan pekerja di salah satu smelter di Sulawesi Tenggara, yang dilengkapi dengan surat keterangan karantina kesehatan dan imigrasi. Mereka bertolak dari Jakarta usai memperpanjang visa, izin kerja dan kontrak kerjanya.

Baca juga:  Pasien PDP yang Meninggal Sebelumnya di RSUDZA Banda Aceh Positif Virus Corona

Namun menurut Kepala Kemenkumham Provinsi Sulawesi Tenggara Sofyan mereka masuk dengan menggunakan visa kunjungan.

Gubernur Sultra Ali Mazi, bersama Kepala Kantor Kemenkumham Sultra, Sofyan dan juga Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Sultra Saemu Alwi saat memberikan keterangan persnya kepada Media

“Para TKA itu adalah pendatang baru dari China namun sudah sempat menjalani karantina di Bangkok, Thailand. Sebelumnya mereka tiba di Negara Thailand sejak 28 Februari lalu dan telah menjalani karantina hingga tanggal 15 Maret kemarin, “ kata dia.

Baca juga:  Pasien PDP Covid-19 yang Meninggal di RSUDZA Banda Aceh Asal Aceh Utara

Setelah itu, kata Sopyan, mereka melakukan penerbangan ke Soekarno Hatta dan telah diberikan izin masuk oleh pihak Imigrasi dengan menunjukan surat rekomendasi dari KKP setempat.

Sebelumnya Video puluhan Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China yang baru saja tiba di Bandara Haluoleo, Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) mendadak viral di media sosial (medsos).

Atas hal ini, warga di sekitar bandara dan Sultra pada umumnya mendadak panik, karena kekhawatirannya dengan penyebaran wabah virus Corona, Minggu (15/3/2020).

[m/news]

Sumber: Sindonews