5.850 Warga Aceh di Mekkah Terima Dana Wakaf Habib Bugak Asy

Senin, 3 Juni 2024 - 15:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jemaah haji asal Aceh terima dana hasil wakaf produktif dari Habib Abdurrahman bin Alwi yang pernah tinggal di Aceh. Besaranya 1.500 riyal/orang. Foto/Antara

Jemaah haji asal Aceh terima dana hasil wakaf produktif dari Habib Abdurrahman bin Alwi yang pernah tinggal di Aceh. Besaranya 1.500 riyal/orang. Foto/Antara

Mercinews.com – Sebanyak 5.850 warga Aceh menerima dana wakaf dari Baitul Asyi –lembaga yang mengelola dana wakaf Habib Bugak Asyi, seorang warga Arab yang pernah tinggal di Aceh pada era 1.800-an.

Warga Aceh yang menerima wakaf itu terdiri dari 4.716 jemaah haji asal Aceh, ditambah 1.134 tenaga musiman (temus) dan mahasiswa asal Aceh.

Pembagian dana itu dilakukan usai shalat Asar di Baitul Asyi Misfalah, Mekah (2/6). Pembagian dana dibagi menjadi beberapa tahap. Untuk tahap awal, dibagi kepada jemaah kloter 2. Masing-masing jemaah mendapatkan 1.500 riyal atau Rp6,5 juta dan satu mushaf Al-Quran.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

pembagian dana wakaf baitul asyi. Foto/Antara

Para warga aceh mengaku senang dan terharu menerima wakaf ini. Cut Halimatussadiah, 53, jemaah asal Bireuen, Aceh, misalnya, mengaku senang dan terharu mendapatkan wakaf dari nenek moyang mereka. Wakaf itu katanya akan digunakan untuk hal yang bermanfaat.

Baca Juga:  Pemko Lhokseumawe Launching Program Pembagian 10 Juta Bendera Merah Putih

“Terharu, senang, Alhamdulillah. Uangnya mau diwakafin lagi, berbagi ke orang lain,” ucapnya.

Hal yang sama diungkapkan oleh Khalidin, jemaah kloter 2 asal Bireuen. Dia mengatakan menerima wakaf bersama ibunya juga. Hasil wakaf Alquran akan disumbangkan ke Masjidil Haram.

“Saya sangat senang. Untuk mama bilang Al-Qurannya mau diwakafkan ke Masjidil Haram,” katanya.

Sementara itu, Kepala Biro Keistimewaan dan Kesejahteraan Pemerintah Aceh, Yusrizal mengatakan pemerintah Aceh sangat mendukung kegiatan ini. Dia berharap wakaf ini bisa menjadi contoh bagi warga Aceh lain untuk terus berbuat kebaikan.

“Memotivasi kita sekalian untuk tetap berwakaf sekecil apapun dalam bentuk apapun,” ucap Yusrizal di lokasi pembagian wakaf.

Yusrizal mengatakan, pemerintah Aceh awalnya mendata warganya yang akan pergi haji tahun ini. Data tersebut lalu dikirimkan ke nadzir atau pengelola wakaf. Setelah itu data tersebut akan diproses untuk pemberian wakaf yang dilakukan setiap setahun sekali setiap musim haji.

Baca Juga:  Pesantren di Pidie ini kumpulkan Rp1.000 per hari untuk bangun rumah duafa

Setelah dilakukan pendataan, pemerintah Aceh akan memberikan kartu kepada para penerima wakaf sebelum mereka berangkat ke Mekah.

Kartu tersebut harus dibawa untuk ditukarkan saat menerima wakaf. “Pembagian wakaf ini ada kartunya dari Pemerintah Aceh,” ucapnya.

Sementara itu Syekh Abdul Latif Baltou selaku nadzir wakaf Habib Bugak Asyi, mengatakan Habib Bugak sangat cinta kepada warga Aceh sehingga wakaf ini masih berlangsung meski 200 tahun sudah berlalu.

Habib Bugak sangat cinta kepada kita semua. Maka dari itu berdoalah (untuk beliau),” ucap Syekh Abdul.

Dia juga berpesan kepada para jemaah haji asal Aceh untuk selalu menjaga waktu. Manfaatkan waktu selama di Tanah Suci ini untuk beribadah dan berbuat kebaikan. “Kalau lah di negeri kita di Aceh kita banyak makan, banyak bicara. Tetapi ketika kita berada di Kota Mekah sedikitkanlah hal itu. Perbanyaklah ketaatan kepada Allah SWT,” katanya.

Baca Juga:  Pj Gubernur Harapkan Dukungan PB FASI Sukseskan PON 2024 di Aceh

Dikutip dari website Kemenag, wakaf itu berawal Habib Bugak Al Asyi dua abad lalu. Kala itu pada 1800-an, Habib Bugak yang berasal dari Arab Saudi pergi ke Aceh.

Saat berada di Aceh, Habib Bugak memiliki gagasan untuk mengumpulkan uang untuk membeli tanah di Mekah untuk diwakafkan kepada jemaah haji asal Aceh. Dana tersebut berasal dari uang Habib Bugak dan juga urunan dari masyarakat Aceh kala itu. (P-5)

Berita Terkait

Pemkot Banda Aceh intervensi serentak pencegahan anak stunting
Cek Berita Kedatangan Transmigran pada 2021, Aceh Bukan Daerah Termiskin
Baitul Mal Aceh Sumbang Rp100 Juta, Untuk Korban Bencana Sumatra Barat
Dandim KBA, Tingkatkan Profesionalisme dan Kesiapan Hadapi Tantangan Tugas
Pemko Lhokseumawe Launching Program Pembagian 10 Juta Bendera Merah Putih
Undangan Raja Salman, 50 lebih warga Indonesia pergi haji gratis
Satu Jemaah Haji Asal Bireuen Meninggal Dunia di Tanah Suci Mekkah
YARA dukung investasi Pabrik Semen di Aceh Selatan, minta Pemerintah Pusat tak Persulit
Berita ini 85 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 14 Juni 2024 - 12:10 WIB

Pemkot Banda Aceh intervensi serentak pencegahan anak stunting

Rabu, 12 Juni 2024 - 17:16 WIB

Cek Berita Kedatangan Transmigran pada 2021, Aceh Bukan Daerah Termiskin

Selasa, 11 Juni 2024 - 19:42 WIB

Baitul Mal Aceh Sumbang Rp100 Juta, Untuk Korban Bencana Sumatra Barat

Senin, 10 Juni 2024 - 18:36 WIB

Dandim KBA, Tingkatkan Profesionalisme dan Kesiapan Hadapi Tantangan Tugas

Senin, 10 Juni 2024 - 17:33 WIB

Pemko Lhokseumawe Launching Program Pembagian 10 Juta Bendera Merah Putih

Sabtu, 8 Juni 2024 - 23:49 WIB

Undangan Raja Salman, 50 lebih warga Indonesia pergi haji gratis

Sabtu, 8 Juni 2024 - 15:31 WIB

Satu Jemaah Haji Asal Bireuen Meninggal Dunia di Tanah Suci Mekkah

Sabtu, 8 Juni 2024 - 14:27 WIB

YARA dukung investasi Pabrik Semen di Aceh Selatan, minta Pemerintah Pusat tak Persulit

Berita Terbaru