Mercinews


Manassa Minta Pemerintah Ambil Kembali Manuskrip Aceh dari Belanda

Banda Aceh, Mercinews.com – Ketua Masyarakat Pernaskahan Nusantara (Manassa) Aceh, Hermansyah, menyebutkan ribuan dokumen Aceh saat ini berada di Belanda.

Dokumen-dokumen tersebut sebagian besar merupakan hasil rampasan perang, dan sisanya sengaja dibawa untuk dikaji di Belanda.

Hermansyah meminta Pemerintah Aceh untuk mendapatkan naskah-naskah itu kembali dalam bentuk digital.

“Jika memungkinkan (dokumen) fisik untuk membuka kajian kepada generasi Aceh,” kata Hermansyah kepada Beritakini Rabu (8/8/2018) malam.

Baca juga:  Ketika Orang Aceh Memaki, Merindu, dan Terkekeh-kekeh oleh Bahasa

Dia mengatakan selama mengambil program magister di Eropa menyempatkan diri berkunjung ke Museum Belanda. Selama di sana, Herman mengaku berhasil mendigitalisasi naskah-naskah serta dokumen milik Kerajaan Aceh Darussalam.

“Saya hanya mendigitalkan puluhan dari ribuan manuskrip Aceh yang menjadi koleksi di Belanda,” kata Herman lagi.

Sebagian manuskrip hasil digitalisasi tersebut kemudian dicoba pamerkan di acara Aceh History Expo, di lantai dua ruang Edukasi Museum Aceh. Pameran manuskrip ini direncanakan berlangsung dari 7-15 Agustus 2018.

Baca juga:  Bireuen Ibukota Republik Indonesia, Dongeng atau Fakta Sejarah?

“Dokumen yang ditampilkan antaranya, Surat Ultimatum Tgk Chik Ditiro kepada Residen Belanda, Dompet Panglima Polem, serta iluminasi Mushaf Aceh resmi milik Masjid Raya Baiturrahman,” kata Herman yang juga spesialis pengkaji manuskrip tersebut.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.