Mercinews

Pendidikan

Aceh Barat Daya Kekurangan Guru SD

Kabid Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan Disdikbud Kabupaten Abdya, Muhibbuddin. Foto: AJNN.Net/Fakhrul Razi Anwir

Blangpidie, Mercinews.com – Minimnya jumlah tenaga pengajar tingkat sekolah dasar (SD) yang berstatus pegawai negeri sipil (PNS) masih menjadi pekerjaan rumah terbesar bagi dunia pendidikan di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya).

Kabid Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Abdya, Muhibbuddin, mengatakan hingga kini pihaknya mencatat jumlah guru SD berstatus PNS di kabupaten setempat, sebanyak 826 orang dari 963 orang yang dibutuhkan.

“Artinya masih terjadi kekurangan guru PNS sebanyak 101 orang. Kekurangan tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, seperti pensiun, meninggal dunia, pindah tugas dan lain sebagainya” kata Muhibuddin kepada Ajnn, Kamis (28/3).

Muhib-sapaan akrab Muhibbudin–menjelaskan, secara aturan idealnya setiap rombongan belajar (Rombel) yang berjumlah 6 kelas, membutuhkan 9 guru PNS dengan komposisi 6 orang guru kelas, 1 orang guru penjaskes, 1 orang guru agama dan 1 orang kepala sekolah.

Baca juga:  Fitnah Jokowi Pemilik Akun Facebook Kasman Abdya Minta Maaf

Berdasarkan data yang dimiliki Disdikbud Abdya, total SD yang terdapat dalam kabupaten tersebut berjumlah 108 unit, yang terbagi kedalam 107 unit berstatus sekolah negeri dan 1 unit sekolah swasta.

“Itu masih menurut hitungan ideal, belum lagi ada SD yang rombelnya lebih dari 6, otomatis keperluan gurunya tentu saja semakin banyak,” sambungnya.

Sebagai upaya mengatasi kekosongan itu, lanjut Muhib, pihaknya memberdayakan tenaga kontrak daerah untuk membantu kelancaran proses belajar dan mengajar di sekolah-sekolah yang mengalami kekurangan tenaga pengajar tersebut.

“Langkah yang kami lakukan selama ini, yaitu memberdayakan saudara-saudara kita yang berprofesi sebagai tenaga kontrak untuk membantu kelancaran proses belajar dan mengajar. Hal itu juga sebagai tindakan problem solving menyangkut kekosongan yang terjadi,” jelasnya.

Baca juga:  Anggota DPRK Abdya: Haram Bagi Kami Kuasai Lahan Bekas HGU PT CA

Sementara itu, Kepala Disdikbud Kabupaten Abdya, Jauhari mengaku, pihaknya masih banyak memerlukan kebutuhan guru. Kebutuhan guru tersebut, kata dia, bukan hanya guru SD, namun guru SMP juga masih banyak mengalami kekosongan.

“Kita berharap pemerintah membuka formasi CPNS tahun 2019 untuk menutupi kekurangan guru, terutama kecamatan-kecamatan yang jauh dari ibu kota kabupaten, seperti Kecamatan Tangan-Tangan dan Babahrot,” kata Jauhari.

Dirinya juga berharap, jika formasi CPNS juga terbatas, setidaknya diberikan penambahan tenaga kontrak Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).

“Pada intinya, meskipun kekurangan guru, kita tetap berupaya memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat Aceh Barat Daya,”

Sumber: AJNN.Net/Fakhrul Razi Anwir

Comments