Mercinews




Adu Watak Surya Paloh Versus Megawati di Pundak Jokowi

Foto: detikcom

Jakarta, Mercinews.com –  Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri tegas meminta jatah kursi terbanyak dalam kabinet Joko Widodo-Ma’ruf Amin (Jokowi-Ma’ruf). Permintaan itu bahkan disampaikan dalam kongres yang dihadiri banyak ketua umum partai politik.

Ia berkelakar tak mau PDI Perjuangan hanya diberikan empat kursi di kabinet. Di sisi lain, Megawati menyindir sejumlah partai politik nonparlemen yang meminta jatah kepada Jokowi-Ma’ruf.

“Saya cuma dikasih empat, ya emoh! Tidak mau! Orang yang enggak dapat saja minta,” kata Megawati saat berpidato dalam Kongres V PDI Perjuangan di Bali, Kamis, 8 Agustus 2019.

Gayung bersambut. Jokowi langsung mengamini dan menyebut jatah menteri PDI Perjuangan bisa dua kali lebih banyak dari partai lain.

“Yang jelas pasti yang terbanyak. Itu jaminannya saya,” tegas Jokowi di lokasi yang sama.

Presiden terpilih itu tak memerinci berapa jumlah kursi strategis untuk partai banteng moncong putih. Ia hanya memastikan bakal dibantu 34 menteri dalam kabinet mendatang.

Perkara meminta jatah menteri memang santer. Hampir semua parpol koalisi mematok jumlah tertentu.

NasDem mengambil langkah berbeda. Tak ada kata meminta dalam kamus Ketua Umum NasDem Surya Paloh. Ia menganggap menyodorkan nama atau mematok jatah kursi menteri sama sekali tak etis.

Baca juga:  Sofyan Dawood: Jika Jokowi Tak Terpilih Pembangunan di Aceh Dikhawatirkan Terhenti

“Malu rasanya hati saya sebagai ketua umum partai bicarakan NasDem dapat kursi berapa, kursinya posisinya apa? Itu merendahkan saya dan NasDem itu sendiri. Izinkan saya mengatakan itu sesungguhnya prinsip dasar yang harus kita pegang,” tegas Surya Paloh dalam wawancara khusus bersama Metro TV, Rabu, 10 Juli 2019.

NasDem, tegas dia, sangat menghargai hak prerogatif Jokowi sebagai kepala negara. NasDem ogah menggadaikan akal sehat demi kekuasaan.

Dukungan kepada Jokowi, kata Surya, murni kesadaran akan kepentingan bangsa dan negara. Tak ada celah bagi langkah yang bertentangan dengan nurani partai yang dikenal sangat alergi dengan ‘politik bermahar’ itu.

“Untuk apa kita mendukung kalau itu bertentangan dengan akal sehat kita? Kita dukung Presiden Jokowi sama dengan periode pertama dan kedua karena akal sehat kita. Batiniah nurani kita ada di sana,” tegas Surya Paloh.

Pria kelahiran Banda Aceh 16 Juli 1951 itu miris melihat pihak-pihak yang ‘mengonversi’ dukungan dengan jumlah kursi. Ia memastikan ‘syahwat’ kekuasaan itu tak ada di tubuh NasDem.
Mereduksi Hak Presiden

Surya Paloh dan NasDem berdiri berseberangan dengan Megawati soal jatah menteri. Tapi, pandangan Surya Paloh diperkuat melalui pernyataan Direktur Eksekutif Poltracking Hanta Yuda.

Baca juga:  Konvensi Rakyat, Ma'ruf Amin 3 Kali Berdoa Minta Dilindungi dari Hoax

Pakar politik itu menyayangkan parpol yang kerap merongrong Jokowi soal kursi menteri. Ia menyadari sikap itu sah-sah saja. Namun, menagih jatah menteri justru mereduksi sistem presidensial dan hak prerogatif presiden dalam penyusunan kabinet.

Jokowi harus bisa menjaga diri agar tak terjebak dalam polemik perebutan jatah menteri. Hanta memandang Jokowi tak lagi berkepentingan pada Pemilu 2024.

“Pak Jokowi harus lebih presidensial di periode ini lantaran dia bukan lagi capres di 2024. Dia tak perlu mematut-matut diri mendapatkan dukungan dari partai. Tak perlu politik pencitraan,” ujar Hanta dalam Prime Talk Metro TV, Kamis, 8 Agustus 2019.

Kritik keras juga datang untuk Megawati. Permintaan yang disampaikan dalam forum besar itu bisa membebani psikologis Jokowi.

“Seharusnya kan seperti itu tanpa dibilang, tanpa ditekankan, Pak Jokowi mengakomodasi dengan baik PDI Perjuangan di kabinet,”  tegas Direktur Riset Populi Center Usep S Achyar kepada Medcom.id, Jumat, 9 Agustus 2019.

Megawati seharusnya tak perlu mendesak Jokowi. Toh, pada kabinet periode 2014-2019 PDI Perjuangan mendapatkan porsi lebih ketimbang parpol lainnya.

“Mungkin etikanya begitu saja. Terlalu vulgar,” ucap dia.

 

Editor : Githa Farahdina

Sumber: medcom

Comments