Mercinews

Aceh

Aktivis Perempuan Aceh Dukung Referendum

Shadia Marhaban (jilbab kuning) jubir AIA. (Ist)

Banda Aceh, Mercinews.com – 10 aktivis perempuan Aceh yang berhimpun dalam Aktivis Inong Aceh (AIA), mendesak para pihak untuk segera merealisasikan Nota Kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Republik Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka. Bila hal tersebut tidak direalisasikan, maka AIA siap mendukung referendum Aceh.

Pernyataan ini disampaikan oleh Juru Bicara AIA Shadia Marhaban, dalam rilis yang dikirimkan kepada aceHTrend, Rabu (26/6/2019). Ada lima poin yang menjadi tuntutan AIA.

Menurut Shadia, tuntutan itu lahir karena sudah 14 tahun penantanganan MoU Helsinki antara Pemerintah Republik Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka di Helsinki, namun tidak semua pasal dilaksanakan dengan sempurna.

Masih banyak butir-butir kesepakatan belum semua direalisasikan. Hal ini merupakan bukti para pihak tidak serius untuk mengisi perdamaian.

Baca juga:  Apa Karya: Kon Reutak Mualem Jak Peugah Referendum Aceh

“Status Aceh sebagai self-government tidak berjalan sebagaimana mestinya, semua kewenangannya dikebiri. Undang-Undang Pemerintahan Aceh yang dibuat sebagai pelaksana MoU Helsinki, banyak yang tidak sejalan dengan MoU. Akhirnya, tujuan untuk mensejahterakan rakyat Aceh tidak tercapai,” ujar Shadia.

Adapun lima poin yang menjadi tuntutan AIA adalah:

Pertama, Mendesak para pihak untuk merealisasikan Nota Kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Republik Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka sesuai dengan yang disepakati di Helsinki.

Kedua, mendesak Pemerintahan Aceh (Eksekutif dan Legislatif) untuk menuntut Pemerintah Republik Indonesia supaya segera merealisasi dan melaksanakan MOU Helsinki secara sempurna dan menyeluruh.

ketiga, Mendesak Pemerintah Aceh (Eksekutif dan Legislatif) sebagai representatif rakyat Aceh untuk melibatkan kembali Gerakan Aceh Merdeka (GAM) sebagai para pihak yang bertanggungjawab memperjuangkan dan memastikan pelaksanaan semua point-point MoU sebagaimana semestinya.

Baca juga:  Ketua DPR Bambang Soesatyo Tolak Wacana Referendum Aceh

keempat, Mendesak GAM untuk segera melakukan konsolidasi internal, memperkuat barisan untuk memonitor, meninjau dan mengkaji kembali isi kesepakatan MoU, apakah merugikan Aceh atau perlu segera diambil langkah yang lain untuk memikirkan solusi yang lain bagi Aceh.

kelima, Kami sepakat untuk mendukung REFERENDUM bagi Aceh, seandainya para pihak mengabaikan tuntutan kami untuk mengimplementasikan MoU secara lengkap, sempurna dan menyeluruh.

Poin-poin desakan tersebut ditandatangani oleh 10 Aktivis Inong Aceh (AIA), yang sempat berembuk di Banda Aceh pada Selasa (25/6/2019).

Sumber: ACEHTREND.COM

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.