Mercinews

Aceh

Aktivis Perempuan Muda Aceh: Aceh Tak Perlu Merdeka dari Indonesia

rahmatun phonna - Aktivis Perempuan Muda Aceh: Aceh Tak Perlu Merdeka dari Indonesia
aktivis perempuan muda Aceh Rahmatun Fhonna/ foto: instagram

Banda Aceh, Mercinews.com – Salah seorang aktivis perempuan muda Aceh Rahmatun Fhonna menganggap bahwa Aceh sudah tidak perlu merdeka dari Indonesia, tapi yang dibutuhkan oleh masyarakat Tanah Rencong adalah kesejahteraan dan keadilan.

“MoU Helsinki itu adalah perjanjian yang seharusnya segera direalisasikan dalam kehidupan nyata masyarakat Aceh, bukan malah ditahan-tahan dengan berbagai alasan yang bisa menimbulkan gejolak kembali seperti dulu lagi,” kata Fhonna.

Hal itu disampaikan Rahmatun Fhonna saat berdiskusi dengan Wartawan Kdnnews.co tentang isu Aceh yang go nasional, Sabtu (31/8/2019).

Gadis asal Pidie itu juga mengaku sangat menyayangkan ada pihak yang meminta Indonesia mengembalikan sumbangan Aceh masa lalu seperti emas yang ada di puncak Monas Jakarta.

Baca juga:  Penyalahgunaan Narkoba adalah Pengaruh Buruk Globalisasi

“Itu (emas monas) adalah bukti nyata perjuangan masyarakat Aceh untuk bangsa, tak perlu kita ungkit lagi, yang penting sekarang bagaimana caranya pemerintah pusat membuat Aceh itu sejahtera dan poin-poin perjanjian dalam MoU Helsinki segera dituntaskan,” jelas Fhonna.

Fhonna juga menyinggung masalah bendera Aceh yang hingga saat ini belum bisa dikibarkan karena dituduh sebagai bendera yang mirip dengan bendera yang digunakan pada perjuangan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di masa lalu.

“Seharusnya ego tersebut sudah bisa dihilangkan. Kalau pemerintah pusat masih menganggap GAM sebagai kelompok separatis, apa arti perdamaian yang sudah disepakati,” ujarnya.

Karena itu lanjut Fhonna, pemerintah Aceh jangan hanya berdiam diri menunggu buah jatuh, tapi harus meningkatkan lobi politik agar bendera Aceh segera berkibar berdampingan dengan bendera Merah Putih sebagai bukti bahwa Ibu dan Anak sudah berdamai.

Baca juga:  Ada Suara letusan Senjata di Lhokseumawe, Petugas TPS Pusong Berhamburan

“Karena Aceh dengan Indonesia ini kan ibarat ibu dan anak yang pernah ribut karena berbeda faham, dan kemudian sudah sepakat berdamai. Jadi sudah seharusnya berdampingan, jangan ada lagi dendam masa lalu,” harap Presiden Mahasiswa Universitas Abulyatama (Unaya) itu.

Fhonna juga berharap kepada mahasiswa agar terus menyuarakan aspirasi demi kemajuan Aceh.

“Kita tak boleh berhenti mengkritik pemerintah terutama Pemerintah Aceh, supaya Pemerintah Aceh tidak tidur dan lupa mensejahterakan rakyat,” Kata Aktivis perempuan muda Aceh Rahmatun Fhonna.

Comments