Aceh

Anggota DPD RI asal Aceh Minta Kemenhub tutup Bandara SIM

Anggota DPD RI asal Aceh M Fadhil Rahmi. ANTARA/HO

Banda Aceh, Mercinews.com – Anggota DPD RI asal Aceh Fadhil Rahmi meminta Kementerian Perhubungan untuk menutup sementara Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) di Blang Bintang, Aceh Besar, Provinsi Aceh.

“Saya mendesak Menhub untuk menyahuti aspirasi warga di Aceh agar segera menutup Bandara SIM. Ini untuk memutuskan siklus dan mata rantai wabah corona di Aceh,” katanya di Banda Aceh, Kamis (2/4/2020).

Dia menyebutkan sikap tersebut merupakan aspirasi sejumlah kalangan masyarakat serta pemerintah kabupaten/kota provinsi paling barat Indonesia tersebut.

Menurut Fadhil, Pemkab Aceh Besar dan Banda Aceh telah menyurati Dirjend Perhubungan Kemenhub RI terkait permintaan menutup bandara. Begitu juga dengan organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan di Aceh.

Baca juga:  Walikota Tegal: Lebih Baik Dibenci Daripada Maut Menjemput

Kata dia, penutupan Bandara SIM dinilai penting setelah pemberlakukan pembatasan ruang yang diterapkan Pemerintah Aceh serta dilanjutkan dengan kebijakan jam malam.

“Masyarakat gelisah, dimana mereka ingin mata rantai wabah COVID-19 terputus di Aceh dengan kebijakan merumahkan warga. Kemudian dilanjutkan dengan adanya jam malam. Itu tidak ada artinya jika Bandara SIM masih beroperasi,” katanya.

Baca juga: Bandara SIM tambah sarana cuci tangan cegah corona

Atas dasar itu, Fadhil meminta agar Menteri Perhubungan RI untuk segera menyahuti aspirasi warga Aceh. Harapannya, Menhub dapat mengerti dengan psikologis masyarakat di Aceh selama wabah COVID-19 merebak.

Kata Fadhil, hal itu juga diperkuat dengan peristiwa pada Selasa (31/3) kemarin, sebanyak tujuh tenaga kerja asing (TKA) asal China mendarat di Bandara SIM, dan kedatangan para TKA itu mendapat penolakan dari warga.

Baca juga:  Besok, Pemerintah Pusat Bahas Opsi Karantina Jakarta Cegah Virus Corona

“Catatan seperti ini harus menjadi masukan bagi Kemenhub untuk menutup sementara Bandara SIM. Sehingga masyarakat di Aceh bisa tenang berada di rumah masing-masing,” katanya.

[m/news]

 

(Antara)

 

Comments