Mercinews

Teknologi

Anggota DPR Minta Google Klarifikasi Kepada Aceh Soal Terjemahan Bernada Rasis

Anggota DPR RI Asal Aceh, Nasir Djamil

Jakarta, Mercinews.com – Anggota DPR RI Asal Aceh, Nasir Djamil, meminta Google Indonesia untuk memberikan klarifikasi kepada masyarakat Aceh, terkait hebohnya lini masa sosial media yang memberitakan tentang ‘Google Translate’ dari bahasa Jawa ke bahasa Indonesia atau bahasa Melayu ke Bahasa Indonesia, yang menampilkan terjemahan yang tidak elok bahkan cenderung diskriminatif dan mengandung pesan kebencian dan rasis.

“Merespons apa yang beredar luas di platform media sosial terkait Google Translate, saya berharap Google Indonesia untuk memberikan penjelasan resmi mengapa hal ini bisa terjadi dan bagaimana mekanisme kerja Google Translate agar masyarakat tidak salah paham,” ujar Nasir, melalui siaran pers Seperti dilansir aceHTrend, Rabu (16/09/2019).

Menurut politisi PKS ini, klarifikasi Google terhadap isu ini penting guna menjawab rasa ketidaknyamanan publik terhadap terjemahan yang ditampilkan di fitur Google Translate.

Baca juga:  Ketua Tim Kampanye Jokowi-Ma’ruf Amin di Aceh Tgk Muksalmina Ganti Abu Razak

“Ya informasinya hasil terjemahan sudah berubah dan tidak nyeleneh lagi, namun demikian, penjelasan Google dibutuhkan karena tidak semua orang memahami cara kerja dan algoritma Google Translate. Yang paling penting adalah ini bukan hanya isu teknikal dari Artificial Intelligence (AI) semata, melainkan adanya isu terkait identitas suku dan budaya tertentu,” imbuhnya.

Nasir mendapatkan informasi terkait Google Translate yang terkesan rasis itu dari sosial media dan beberapa rekan yang mengirimkan via aplikasi WhatsApp kepada dirinya. Ia pun terkejut dengan hal tersebut saat mengecek secara langsung.

“Memang bila dimasukkan kata-kata yang berkaitan dengan Aceh maka yang akan muncul adalah terjemahan yang cendrung diskriminasi dan rasis, misalnya kata orang Aceh bila dimasukkan dari terjemahan bahasa Jawa ke bahasa Indonesia menjadi bajingan, dan sebagainya. Nah tentu kita terkejut dengan hal ini,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Nasir meminta Google untuk meningkatkan quality control terhadap input data kepada Google Translate yang selama ini dilakukan oleh komunitas-komunitas translator karena Google Translate ini sering menjadi rujukan dan dapat mudah diakses oleh orang bayak. Ia pun mengapresiasi atas respons cepat Google dalam hal ini.

Baca juga:  Tengku Ni: Mantan GAM Wajib Bersatu, Jangan Ada Lagi Istilah PA-PNA

“Saya mewakili masyarakat Aceh tentu mengapresiasi respons cepat dari Google dan meminta Google dapat meningkatkan quality control Google Translate sehingga hal-hal seperti ini tidak terjadi lagi di waktu yang akan datang,” pungkas Nasir.[m/]

Comments