Aceh

Anggota DPRA Minta Tutup Bandara, Perketat Perbatasan Aceh-Sumut

Iskandar Usman Al-Farlaky - For serambinews.

Banda Aceh, Mercinews.com – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Aceh, Iskandar Usman Al-Farlaky, meminta pihak terkait untuk segera menutup bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) untuk sementara waktu. Kebijakan tersebut dinilai sangat penting untuk memutuskan rantai wabah Corona di Aceh.

“Sangat tak elok ketika masyarakat dirumahkan sementara bandara masih beroperasi. Perlu diketahui, wabah ini berasal dari luar Aceh dan masuk ke sini karena dibawa dari luar,” kata politisi muda Partai Aceh ini, Jumat (3/4/2020).

Iskandar Al-Farlaky menyayangkan sikap pemerintah yang lamban dalam menutup bandara SIM Blang Bintang di Aceh Besar. Padahal sejumlah pihak sudah menyurati Plt Gubernur dan juga Kemenhub di Jakarta.

Baca juga:  India Lockdown Total selama 21 hari di Seluruh Negeri

Harusnya, kata Iskandar, semua pintu masuk di Aceh ditutup sementara waktu agar wabah tak menyebar. Baik pelabuhan, bandara hingga perbatasan. Salah satu contohnya, kata Iskandar, seperti memperketat penjagaan di perbatasan Sumut-Aceh.

Ini harusnya Pemkab Aceh Tamiang dan pemerintah Aceh bekerjasama untuk memperketat di perbatasan di sana. Setiap mobil yang masuk dan keluar harus disterilkan dengan disinfektan. Kemudian juga diperiksa suhu tubuh supir dan penumpang yang masuk ke Aceh,” ujar Sekretaris Komisi V DPR Aceh ini lagi.

“Jika ini tidak ditutup, maka kebijakan merumahkan warga akan sia-sia, sama dengan pintu rumah dikunci, tapi pintu pagar dibuka. Padahal kalau kita menutup pintu pagar, maka tuan rumah masih bisa membuka pintu rumah dan beraktivitas dalam perkarangan. Karena yang dikhawatirkan tak bisa masuk serta merusak,” kata mantan aktivis mahasiswa ini.

Baca juga:  Walikota Suaidi Yahya: Hasil Rapid Test Tidak Bisa Dipercaya Sepenuhnya

[m/news]

{Serambinews}

Comments