Internasional

Arab Saudi Disebut Ingin Beli Rudal dari Perusahaan Israel

Rudal Python produksi Rafael, perusahaan senjata yang berbasis di Israel. Foto/Wikipedia

Tel Aviv, Mercinews.com – Arab Saudi berupaya membeli rudal dari perusahaan senjata Rafael yang berbasis di Israel. Upaya pembelian itu diungkap Israel Defence Magazine, sebuah majalah pertahanan.

Rafael dikenal sebagai perusahaan yang memproduksi misil presisi. Menurut laporan majalah itu, yang dikutip Middle East Monitor, Selasa (4/2/2020), Arab Saudi telah menyatakan keinginan untuk membeli peralatan dari Rafael dan jika izin diperoleh dari otoritas Israel, senjata dapat dipasok ke kerajaan melalui perwakilan Eropa, Euro Spike.

Baca juga:  Iran Ancam Perang Habis-habisan, AS Inginkan Resolusi Damai

Majalah itu mengindikasikan bahwa mengizinkan perusahaan untuk memberi Saudi senjata-senjata tempur canggih memiliki “konsekuensi yang problematis”. Menurut majalah tersebut, Kementerian Keamanan Israel kemungkinan tidak mengizinkan ekspor rudal ke Riyadh karena khawatir suatu hari nanti akan digunakan melawan tentara pendudukan Zionis.

Namun di bagian lain dari laporan majalah itu menuliskan bahwa spekulasi soal kesepakatan pembelian rudal bisa disetujui karena rudal memiliki masa hidup sepuluh tahun, sebuah periode di mana tidak ada konfrontasi yang diharapkan antara Israel dengan Arab Saudi.

Kerajaan Arab Saudi, lanjut Israel Defence Magazine, sedang berusaha untuk mendiversifikasi sumber-sumber senjatanya, yang saat ini bergantung pada rudal TOW. Senjata itu mulai diimpor oleh pemerintah Saudi dari perusahaan Raytheon Amerika Serikat (AS) pada 2017.

Baca juga:  Ironis, Usik Nuklir Iran tapi Senjata Nuklir Israel Ancaman Terbesar

Pemerintah maupun militer Arab Saudi belum mengonfirmasi laporan majalah tersebut. Pihak Rafael maupun pemerintah Israel juga belum berkomentar. [m/]

Comments