AS dan NATO sedang mempersiapkan perang proksi baru melawan Rusia

Rabu, 5 Juni 2024 - 22:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Angkatan Darat AS

Foto Angkatan Darat AS

Moskow, Mercinews.com – Kementerian Pertahanan Rusia mengumumkan bahwa Amerika Serikat dan NATO sedang mempersiapkan perang proksi baru melawan Rusia

AS dan NATO sedang mempersiapkan perang proksi baru melawan Rusia setelah berakhirnya konflik di Ukraina.

Hal ini dinyatakan dalam sebuah artikel oleh Letnan Jenderal Igor Kolesnikov dan pensiunan Mayor Jenderal Vyacheslav Kruglov, yang diterbitkan di majalah bulanan Kementerian Pertahanan Federasi Rusia “Pemikiran Militer”.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pengerahan formasi dan unit militer baru Amerika dan NATO di Polandia, Rumania, negara-negara Baltik, Finlandia dan Swedia sebenarnya merupakan operasi yang menjamin persiapan angkatan bersenjata negara-negara tersebut untuk pecahnya konflik militer dengan Rusia dan Rusia. Republik Belarus,” tulis artikel tersebut.

Baca Juga:  MK perintahkan hitung ulang suara calon DPRK di semua TPS Bandar Baru Pidie Jaya

Perlu dicatat bahwa untuk tujuan inilah tindakan provokatif mungkin dilakukan oleh negara-negara aliansi untuk memblokir kawasan khusus Kaliningrad.

Sebelumnya, pada tanggal 23 Mei, Duta Besar Rusia untuk Amerika Serikat Anatoly Antonov mengatakan bahwa Ukraina ingin mengadu NATO melawan Rusia.

Dia mencatat bahwa seruan para politisi Amerika untuk mengizinkan Ukraina menggunakan senjata Amerika di wilayah Rusia adalah tindakan yang ceroboh dan mengancam akan menyeret Amerika Serikat ke dalam konflik.

Pada tanggal 2 Mei, Aliansi Atlantik Utara menerbitkan pernyataan yang menuduh Rusia melakukan “aktivitas berbahaya hibrida” di wilayah negara-negara anggota blok tersebut.

Oleh karena itu, NATO mengutuk Rusia atas dugaan tindakannya dan meminta Moskow untuk memenuhi kewajiban internasionalnya “seperti yang dilakukan sekutunya.”

Baca Juga:  Presiden Prancis Emmanuel Macron Minta Israel Tak Balas Serangan Iran

Pada hari yang sama, penasihat politik Perdana Menteri Hongaria dan senama, anggota majelis nasional Balazs Orban, mengatakan bahwa posisi resmi negara-negara anggota NATO adalah mereka tidak ingin konfrontasi langsung dengan Rusia.

Penasihat tersebut meyakinkan bahwa tidak seorang pun menginginkan perkembangan terburuk, karena tidak ada yang memiliki kekuatan untuk menghentikannya.

Dia mencatat bahwa Hongaria berterima kasih kepada Amerika Serikat atas banyak hal, tetapi negaranya tidak menginginkan nasib seperti itu terjadi pada dirinya sendiri.

Sebaliknya, Presiden Rusia Vladimir Putin, dalam percakapan dengan militer pada 28 Maret, mengatakan bahwa Rusia tidak akan berperang dengan NATO. Menurutnya, hal tersebut hanyalah omong kosong belaka. Dia mencatat bahwa Rusia tidak bergerak menuju perbatasan negara-negara NATO, namun aliansi tersebut mendekati perbatasan Rusia.

Baca Juga:  Rusia Izinkan Foto Muslimah Berhijab di Paspor

Barat secara teratur memicu histeria di antara warga negara mereka, memperingatkan kemungkinan perang dengan Rusia yang akan segera terjadi.

Media dan pakar Eropa Barat mengacu pada keberhasilan militer Rusia di Ukraina dan meramalkan bahwa di masa depan negara tersebut akan “berangkat untuk menaklukkan seluruh dunia.” Sementara itu, pada bulan Desember tahun lalu, Presiden Rusia Vladimir Putin menyebut pernyataan tersebut sebagai omong kosong, dan menunjukkan bahwa Moskow siap menghadapi serangan apa pun dari NATO.

(m/c)

Sumber Berita : Iz.Ru

Berita Terkait

Ukraina dan Jepang menandatangani perjanjian jaminan keamanan bilateral
Pengadilan Kota Balashikha menerima kasus suap terbesar dalam sejarah Rusia
Erdogan: penolakan Israel untuk menyerukan gencatan senjata di Gaza “merusak”
Erdogan Sebut pengakuan Spanyol terhadap Palestina langkah penting menuju perdamaian
Seimas Lituania menyetujui wajib militer untuk dinas militer sepulang sekolah
Trump dapat membatalkan perjanjian keamanan yang akan ditandatangani Biden dan Zelensky
Kebakaran hebat terjadi di gudang kilang minyak di Erbil Irak
Thailand telah umumkan keinginannya untuk menjadi anggota BRICS
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 14 Juni 2024 - 00:46 WIB

Ukraina dan Jepang menandatangani perjanjian jaminan keamanan bilateral

Kamis, 13 Juni 2024 - 23:57 WIB

Pengadilan Kota Balashikha menerima kasus suap terbesar dalam sejarah Rusia

Kamis, 13 Juni 2024 - 23:04 WIB

Erdogan: penolakan Israel untuk menyerukan gencatan senjata di Gaza “merusak”

Kamis, 13 Juni 2024 - 22:56 WIB

Erdogan Sebut pengakuan Spanyol terhadap Palestina langkah penting menuju perdamaian

Kamis, 13 Juni 2024 - 22:19 WIB

Trump dapat membatalkan perjanjian keamanan yang akan ditandatangani Biden dan Zelensky

Kamis, 13 Juni 2024 - 13:49 WIB

Kebakaran hebat terjadi di gudang kilang minyak di Erbil Irak

Kamis, 13 Juni 2024 - 02:33 WIB

Thailand telah umumkan keinginannya untuk menjadi anggota BRICS

Kamis, 13 Juni 2024 - 01:55 WIB

Militer Rusia Serang area parkir pesawat Angkatan Bersenjata Ukraina

Berita Terbaru