Mercinews

Hukum

Asyik Bercumbu Dalam Mobil, Dua Sejoli Diamankan Warga

Asyik Bercumbu Dalam Mobil, Dua Sejoli Diamankan Warga
Asyik Bercumbu Dalam Mobil, Dua Sejoli Diamankan Warga/ Foto: Modusaceh

Meulaboh, Mercinews,com – Diduga asyik bercumbu dalam mobil, sepasang sejoli asal Kabupaten Nagan Raya diboyong sekelompok pemuda Desa Suak Indrapuri, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat ke kantor desa setempat, Rabu (28/8/2019),sekira pukul 17.30 WIB.

Pasangan non muhrim itu adalah Idris (25) dan Nila (22), warga Kecamatan Beutong, Nagan Raya. Saat dipergok sekelompok pemuda, mereka kedapatan sedang asik bercumbu dan mengarah pada perbuatan khalwat.

Memang, nafsu tak dapat dibendung, meski pada siang hari dan di tengah keramaian warga. Buktinya, ya ulah dari perbuatan Idris dan Nila ini. Saat itu, mobil yang dikendarai sejoli tadi parkir di bagian ujung kiri pelabuhan.

Lalu, sekelompok pemuda di sana yang asyik bekerja merasa aneh melihat mobil jenis Rush putih bernopol BL 1673 VH bergoyang-goyang. Karena penasaran akhirnya mereka mendatanginya.

Baca juga:  Ribuan umat muslim di Nagan Raya sudah rayakan Idul Adha 1440 Hijriyah

“Mobilnya goyang-goyang Bang, karena merasa ada yang aneh kami datangi dan saat kami lihat mereka sedang asik bercumbu. Kami suruh buka jendela mobil, saat itu si perempuan hanya memakai jilbab, sementara baju dan dalamannya sudah dicopot. Tubuhnya ditutupi kain jilbab saja,” kata Acong, pemuda setempat yang ikut saat menggerebek.

Saat didatangi pemuda Suak Indrapuri yang sedang bekerja di sana, Idris memilih kabur karena ketakutan. Niat kaburnya pun tak mulus, sebab pintu keluar dari pelabuhan sudah ditutup dengan palang, sehingga terpaksa berhenti di tengah jalan. Warga di sana sempat geram dengan ulah pasangan sejoli itu, namun bisa diredam.

Baca juga:  Di Abdya, Suami Pergoki Istri Asyik 'Goyang' Dengan Pria Lain

Saat ini, Idris dan Nila disidang warga di kantor desa. Keduanya direncanakan akan dihukum secara adat yang berlaku di sana. Menurut Acong, kejadian seperti sudah sangat sering terjadi dan telah membuat citra desanya buruk di mata publik.

Padahal kebanyakan yang diciduk warga kabupaten tetangga. “Kita minta kepada aparat desa dihukum secara adat gampong saja, biar menjadi efek jera bagi mereka dan bagi pasangan non muhrim yang hendak bermaksiat di sini. Jangan sampai nanti gara-gara masalah nama desa kami yang jelek,” tegas Acong geram