Internasional

Balas Serangan 2 Roket Hamas, Jet-jet Tempur Israel Bombardir Gaza

Wilayah Jalur Gaza selatan, Palestina, dibombardir jet-jet tempur Israel pada Jumat (26/6/2020) malam. Foto/Twitter @Qudsnen

Gaza, Mercinews.com – Jet-jet tempur Angkatan Udara Israel telah membombardir posisi Hamas di Jalur Gaza, Palestina, setelah dua roket ditembakkan pada hari Jumat dari wilayah Gaza ke negara mayoritas Yahudi tersebut.

Aksi saling serang terjadi setelah Hamas memperingatkan bahwa rencana aneksasi Israel atas bagian-bagian Tepi Barat yang diduduki sama dengan “deklarasi perang”.

Militer Israel mengatakan jet-jet tempurnya menyerang situs amunisi dan pabrik roket Hamas di Jalur Gaza selatan.

Sumber-sumber keamanan di Gaza mengonfirmasi kepada AFP, Sabtu (27/6/2020), bahwa ada serangan di wilayah Khan Yunis, di ujung selatan wilayah Palestina yang berpenduduk dua juta jiwa.

Baca juga:  Netanyahu: Perang di Gaza Bisa Dimulai sebelum Pemilu Israel 17 September 2019

Militer Zionis sebelumnya mengonfirmasi serangan roket dari Jalur Gaza. “Dua roket ditembakkan dari Jalur Gaza menuju wilayah Israel,” kata militer Israel dalam sebuah pernyataan.

Petugas medis Zionis mengatakan sirene berbunyi di distrik Sderot saat serangan roket terjadi. Itu adalah tembakan roket pertama yang dilaporkan dari Jalur Gaza sejak awal Mei.

Usulan Israel untuk mencaplok area permukiman di Tepi Barat dan Lembah Yordan merupakan bagian dari proposal perdamaian rancangan Amerika Serikat (AS) yang dirilis pada Januari.

Proposal tersebut juga mengamanatkan terciptanya negara Palestina di wilayah yang terisisa di Tepi Barat dan Jalur Gaza.

Baca juga:  Israel Sebut Belum Ada Kesepahaman dengan AS Soal Aneksasi Tepi Barat

Tetapi proposal itu jauh dari aspirasi rakyat Palestina, karena negara usulan Amerika itu mengurangi area wilayah dan tanpa Yerusalem timur sebagai ibu kotanya seperti yang diinginkan Palestina.
Hamas dan Israel telah terlibat tiga perang dalam beberapa tahun terakhir, dengan konflik terbaru pada tahun 2014 yang menewaskan 2.251 warga Palestina dan 74 orang di pihak Israel.

Tidak ada hubungan resmi antara kedua belah pihak. Otoritas Palestina, sebuah pemerintahan terpisah yang berbasis di Tepi Barat, juga memutus kerjasamanya dengan Israel bulan lalu.

[m/]

Comments