Bareskrim menduga ada narkopolitik di kasus 70 Kg sabu caleg Aceh Tamiang

Selasa, 28 Mei 2024 - 10:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sofyan Caleg DPRK Aceh Tamiang terpilih, menggunakan baju tahanan tiba di Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (27/5/2024)

Sofyan Caleg DPRK Aceh Tamiang terpilih, menggunakan baju tahanan tiba di Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (27/5/2024)

Jakarta Mercinews.com- Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri mendalami dugaan politisi terlibat narkoba atau dana politik dari jaringan narkoba atau disebut sebagai fenomena narkopolitik, usai ditangkapnya Calon Anggota Legislatif Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (Caleg DPRK) Aceh Tamiang terpilih berinisial S.

“Ya kami dalami dulu, apakah betul narkopolitik,” kata Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol. Mukti Juharsa di Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (27/5/2024).

S merupakan caleg terpilih DPR nomor 1 di Kota Aceh Tamiang berstatus buron masuk daftar pencarian orang (DPO) kasus dugaan tindak pidana narkoba dengan barang bukti 70 kg sabu yang diungkap di Lampung pada 10 Maret 2024.

Tersangka S berperan sebagai pemilik barang dan pemodal serta pengendali dan berhubungan langsung dengan pihak Malaysia

Menurut Mukti, dari hasil pemeriksaan tersangka mengakui ada sebagian dari penjualan narkoba tersebut digunakan untuk pencalonan.

“Tapi pengetahuan tadi interogasi dia ada sebagian barang ini untuk kebutuhan dia mencaleg,” kata Mukti.

Baca Juga:  Kejari Bireuen tahan tersangka promosi perjudian di media sosial

Tersangka S, kata dia, sudah menjadi bandar narkoba jaringan Malaysia sejak Maret 2024. Juga memiliki komunikasi dengan tersangka A yang berada di Malaysia.

Jaringan S sudah ditangkap dalam pengungkapan kasus di Polda Lampung pada 10 Maret 2024, terdapat tiga tersangka, yakni S alias G, RAF alias F dan IA yang bertugas membawa narkoba dari Malaysia melalui Aceh, dengan tujuan akhir Jakarta.

Selain mendalami fenomena narkopolitik, Polri juga mengusut dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU), mengingat tersangka selain seorang politikus juga seorang pengusaha.

Baca Juga:  Israel perluas serangan di Rafah, Merebut wilayah Gaza Selatan

“Kami akan usut dia TPPU ya,” kata Mukti.

Atas perbuatannya, S atau Sofyan dijerat Pasal 114 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) subsider Pasal 112 ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman enam tahun penjara dan maksimal hukuman mati serta denda Rp 1 miliar atau maksimal Rp10 miliar.(mc)

Sumber Berita : Antara

Berita Terkait

Kolaborasi Laboratorium Akustik ITB, Kairos Multi Jaya Gelar Workshop Integrasi Akustik Bangunan dan Profesional Audio
Pabrik Ekstasi di Medan Digerebek Polisi, 5 Orang Ditangkap
Pos Indonesia Bakal PHK Massal di 2024
Presiden Jokowi Minta Masyarakat Hindari Judi, Lebih Baik Ditabung Jadi Modal Usaha
Minta Prabowo Turun Tangan Selesaikan Kasus Vina, Mahfud MD: Ini Kriminal Jahat
5 Siswa DKI yang bercanda soal Palestina sambil makan ayam yang viral, minta maaf
Pengadilan Memperberat Hukuman Eks Kepala Bea Cukai Makassar Jadi 12 Tahun Penjara
Edarkan Sabu di dalam lapas Meulaboh, dua narapidana tangkap Polisi
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 13 Juni 2024 - 23:29 WIB

Kolaborasi Laboratorium Akustik ITB, Kairos Multi Jaya Gelar Workshop Integrasi Akustik Bangunan dan Profesional Audio

Kamis, 13 Juni 2024 - 21:54 WIB

Pabrik Ekstasi di Medan Digerebek Polisi, 5 Orang Ditangkap

Kamis, 13 Juni 2024 - 01:10 WIB

Pos Indonesia Bakal PHK Massal di 2024

Rabu, 12 Juni 2024 - 22:01 WIB

Presiden Jokowi Minta Masyarakat Hindari Judi, Lebih Baik Ditabung Jadi Modal Usaha

Rabu, 12 Juni 2024 - 17:53 WIB

Minta Prabowo Turun Tangan Selesaikan Kasus Vina, Mahfud MD: Ini Kriminal Jahat

Rabu, 12 Juni 2024 - 16:23 WIB

5 Siswa DKI yang bercanda soal Palestina sambil makan ayam yang viral, minta maaf

Selasa, 11 Juni 2024 - 16:06 WIB

Pengadilan Memperberat Hukuman Eks Kepala Bea Cukai Makassar Jadi 12 Tahun Penjara

Selasa, 11 Juni 2024 - 13:57 WIB

Edarkan Sabu di dalam lapas Meulaboh, dua narapidana tangkap Polisi

Berita Terbaru