Aceh

Baru Selesai Dibangun, Irigasi di Aceh Jaya Sudah Jebol

Irigasi di Aceh Jaya Sudah Jebol/ Foto: Modusaceh

Banda Aceh, Mercinews.com – Belum sampai setahun pembangunan irigasi sepanjang satu kilometer lebih di Desa Alue Meuraksa, Kecamatan Teunom, Kabupaten Aceh Jaya, malah jebol. Dicurigai proyek saluran untuk mengairi air itu tak bermutu baik.

Warga khawatir irigasi tersebut tidak bisa digunakan dan mengancam pasokan air untuk sawah. Apalagi saat ini hampir memasuki masa panen. Bukan hanya jebol, sepanjang dinding irigasi juga terdapat beberapa keretakan.

Padahal, pembangunannya baru selesai dikerjakan akhir Desember 2019 lalu dengan total anggaran berkisar Rp 9 miliar lebih. Aparat penegak hukum setempat diminta untuk mengusut dalam persoalan tersebut.

Sekretaris Partai Daerah Aceh (PDA) Aceh Jaya, Nasri Saputra menyoroti pembangunan irigasi ini. Dia mengaku sudah melakukan cek ke lokasi. Hasilnya, ditemukan sepanjang 15 meter saluran air jebol dan banyak terdapat keretakan di bagian dinding.

“Pertama sangat disayangkan karena kondisi irigasi baru, menurut keterangan warga akhir Desember 2019 selesai dan Februari 2020 jebol, yang menjadi pertanyaan apa masih dalam masa pemeliharaan, kalau masih secepatnya dilakukan perbaikan,” kata Nasri dikonfirmasi Modusaceh.co. Rabu, (26/2/2020).

Baca juga:  Terkait larangan meliput rekapitulasi suara, ini penjelasan Panwaslih Aceh Jaya

Dugaanya, pembangunan ini berkualitas dan bermutu kurang saat pembangunan sehingga menyebabkan irigasi tersebut tak bertahan lama. Pihaknya tidak mau berasumsi lebih lanjut, dan meminta aparat penegak hukum untuk mengusutnya.

Jebolnya irigasi terjadi dengan angka Rp 9 miliar ini memang dinilai cukiup fantastis. Sayangnya, hasil yang diperoleh tidak sesuai harapan masyarakat dan serapan anggaranya.

“Kita tidak mau beramsumsi, biar yang berwenang menjawab sesudah melakukan investigasi, aparat hukum juga jangan tuli, tidak open dan harus peka dengan isu irigasi di Aceh Jaya, apalagi bupati sendiri beberapa hari belakangan sibuk dengan sidak irigasi, semestinya ini segera diusut,” ujarnya.

Sejauh ini, belum ada intasi terkait yang berkunjung untuk melihat kondisi di sana. Bahkan Bupati Aceh Jaya T. Irfan TB sudah beberapa kali melakukan sidak. Padahal, kebutuhan air untuk mengairi sawah warga juga cukup terdesak. Kalau tak segera diambil tindakan tegas, maka padi yang sudah berbuah terancam gagal panen.

“Persoalan yang kita petik bukan titik permasalahan jebolnya saja, tapi di sepanjang saluran yang dibuat cukup banyak terdapat keretakan, itu yang kita khawatirkan akan jebol, setelah diperbaiki. Bisa saja jebol di titik lain yang sudah retak,” sebutnya.

Baca juga:  Nenek Maryam yang hilang di hutan Aceh Jaya ditemukan selamat

Ia menjelaskan, saat berada di lokasi pembangunan irigasi, tidak ditemukan adanya papan informasi yang menjelaskan secara singkat nama pekerjaan, anggaran yang digunakan serta perusahaan pelaksana.

Proyek yang dicurigai asal jadi itu, juga telah dilaporkan Nasri dan rekannya kepada Bupati Aceh Jaya.  Orang nomor satu di Aceh Jaya itu berkomitmen akan mengambil tindakan serta turun langsung mengecek ke lokasi.

Dari data yang dihimpun Nasri, anggaran yang telah dihabiskan mencapai ratusan miliar untuk pembangunan irigasi di Kabupaten Aceh Jaya. Hasil dari program itu belum satupun bisa digunakan secara optimal.

“Respon bupati dirinya akan melihat langsung ke lapangan terkait persoalan ini, namun hari ini ada kegiatan lain sehingga tidak sempat, dirinya akan mengambil tindakan dan cek ke lokasi, Kita berharap komitmen bupati, jangan hanya sekedar berkata saja. Agar tidak timbul fitnah,” harap Nasri.

[m/]

Sumber: Modusaceh.co

Comments