Mercinews

Nasional

Beri Air Minum dan Cuci Muka ke Perusuh 22 Mei, 29 Orang Diadili

Foto: 29 orang diadili karena beri bantuan ke perusuh 22 Mei (Zunita-detik)

Jakarta, Mercinews.com – 29 orang diadili karena memberikan bantuan kepada perusuh 22 Mei depan Kantor Bawaslu RI, Jakarta Pusat. 29 orang ini disebut jaksa bersekongkol dengan perusuh karena memberi bantuan berupa air minum hingga air untuk membasuh muka saat kerusuhan pecah.

“Dengan sengaja memberi bantuan pada waktu kejahatan dilakukan memberi kesempatan, sarana atau keterangan untuk melakukan kejahatan. Dengan kekerasan atau ancaman, kekerasan memaksa seorang pejabat untuk melakukan perbuatan jabatan atau untuk tidak melakukan perbuatan jabatan yang sah, yang dilakukan oleh dua orang atau lebih dengan bersekutu,” ujar jaksa Yerich saat membacakan dakwaan di PN Jakarta Pusat, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Selasa (13/8/2019).

29 terdakwa ini didakwa jaksa bersalah melanggar Pasal 212 juncto Pasal 214 juncto Pasal 56 KUHP, dan Pasal 216 KUHP, atau Pasal 218 KUHP. Ke-29 orang ini diketahui bekerja di kantor yang sama sebagai pekerja kasar seperti, satpam, cleaning service hingga teknisi gedung.

Baca juga:  Mahfud Md: Kivlan dan Eggy Semula Galak, Ketakutan Setelah Ditangkap

29 terdakwa ini adalah Ahmad Zulfikar, Alvin Nazarkhan, Endah Hardian, Andhi Febriantoro, Ridwan, M Ichrom, Samsul Anwar, Yusuf Gunawan, Hariyono, Tara Arbyansyah.

Kemudian, Nurakhman, Agus Sarohman, Trio Prasetio, Hendri Basuki, Iwan Syachrie, Adi Sucipto, Deki Aries, Suyamto, Achmad Suhendar, Habib Musa, Achmad Sanusi, Supriyadi, Syahril, Mugiyanto, Felix Ganang, Handori, Ahmadi, Hermawan, Philip Sinaga.

Jaksa mengatakan terdakwa Ahmad dan Hermawan yang mulanya memberikan bantuan kepada perusuh itu berupa pemberian minuman dan air beserta ember untuk mencuci muka, kemudian 26 terdakwa lainnya ikut membantu. Air cuci muka itu digunakan untuk para perusuh membasuh muka saat dilempari gas air mata oleh polisi.

“Melihat massa unjuk rasa yang berpakaian preman, terdakwa Ahmad dan terdakwa Iwan alias Hermawan memberi bantuan ember ataupun air, ember untuk cuci muka,” ujar jaksa Yerich.

Baca juga:  Media Sosial Down Aksi 22 Mei, Gimana Nasibnya Pelapak Online?

Yerich juga menyebut 29 terdakwa ini dengan sengaja tidak patuh terhadap perintah aparat kepolisian. Jaksa menilai perbuatan 29 orang ini salah, karena telah membantu demonstran pada 22 Mei 2019, padahal, kata Yerich, unjuk rasa yang berujung ricuh itu tidak memiliki surat izin dari kepolisian.

“Akibat perbuatan terdakwa yang membantu melindungi termasuk area loading dock. Terdakwa dengan sengaja tidak menuruti aturan pemerintah. Bahwa kegiatan tersebut tidak pernah memberikan surat tanda unjuk rasa,” katanya.

Dalam sidang yang dipimpin ketua majelis hakim Wadji Pramono, para terdakwa tidak mengajukan eksepsi. Mereka menerima dakwaan jaksa penuntut umum. Sidang akan dilanjutkan pekan depan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi.

“Tidak eksepsi yang mulia,” ujar 29 terdakwa secara serentak menjawab pertanyaan hakim ketua.

 

Sumber: detikcom

 

 

Comments