Biden Desak Qatar Bujuk Hamas Setujui Proposal Gencatan Senjata di Gaza

Selasa, 4 Juni 2024 - 23:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden

Jakarta, Mercinews.com – Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menelepon Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani. Biden meminta Tamim untuk membujuk Hamas agar menyetujui proposal gencatan senjata di Gaza, Palestina.

Dilansir kantor berita IRNA, Selasa (4/6/2024), Gedung Putih menyampaikan rilis terkait adanya percakapan antara Biden dengan Tamim melalui sambungan telepon pada Senin (3/6) malam waktu setempat.

Dalam percakapan itu, Biden dengan Tamim menegaskan bahwa gencatan senjata komprehensif dan perjanjian pembebasan sandera yang kini dibahas adalah peta jalan konkret untuk mengakhiri perang di Gaza.

“Presiden AS menegaskan kesiapan Israel untuk memajukan proposal yang kini telah disampaikan kepada Hamas,” demikian rilis resmi Gedung Putih.

Biden menekankan bahwa ini adalah peluang terbaik untuk mencapai kesepakatan.

“Presiden menekankan bahwa Amerika Serikat, bersama Mesir dan Qatar, akan berupaya memastikan penerapan penuh seluruh perjanjian,” tulis Gedung Putih.

Sebelumnya pada hari Jumat lalu, Biden menguraikan apa yang dia sebut sebagai rencana Israel, yang dalam tiga fase akan mengakhiri perang di Gaza, membebaskan semua sandera dan mengarah pada pembangunan ulang wilayah Palestina tersebut tanpa Hamas berkuasa lagi.

Baca Juga:  Tim Medis MER-C Bertugas di Tengah Keterbatasan di RS An Najjar Rafah

Namun, perpecahan antara AS dan Israel muncul ketika kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menekankan, bahwa perang yang sedang berlangsung di Gaza akan terus berlanjut sampai semua “tujuan Israel tercapai,” termasuk penghancuran kemampuan militer dan pemerintahan Hamas.

Media Israel mempertanyakan sejauh mana pidato Biden soal gencatan senjata dan beberapa rincian pentingnya telah dikoordinasikan dengan tim Netanyahu, termasuk berapa lama gencatan senjata akan berlangsung dan berapa banyak tawanan yang akan dibebaskan serta kapan.

Baca Juga:  Rahasia di balik kunjungan Presiden AS Joe Biden ke Ukraina

Sebelumnya pada hari Senin, Gedung Putih menyampaikan bahwa Biden mengatakan kepada emir Qatar selaku mediator, bahwa dia melihat Hamas sebagai “satu-satunya hambatan bagi gencatan senjata total” di Gaza.

Hamas pekan lalu mengatakan mereka memandang positif garis besar gencatan senjata yang disampaikan Biden. Namun sejak itu, Hamas tidak lagi memberikan komentar resmi mengenai negosiasi yang terhenti tersebut, sementara mediator Qatar, Mesir dan Amerika Serikat belum mengumumkan adanya pembicaraan baru.

(m/c)

Berita Terkait

Ukraina dan Jepang menandatangani perjanjian jaminan keamanan bilateral
Pengadilan Kota Balashikha menerima kasus suap terbesar dalam sejarah Rusia
Erdogan: penolakan Israel untuk menyerukan gencatan senjata di Gaza “merusak”
Erdogan Sebut pengakuan Spanyol terhadap Palestina langkah penting menuju perdamaian
Seimas Lituania menyetujui wajib militer untuk dinas militer sepulang sekolah
Trump dapat membatalkan perjanjian keamanan yang akan ditandatangani Biden dan Zelensky
Kebakaran hebat terjadi di gudang kilang minyak di Erbil Irak
Thailand telah umumkan keinginannya untuk menjadi anggota BRICS
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 14 Juni 2024 - 00:46 WIB

Ukraina dan Jepang menandatangani perjanjian jaminan keamanan bilateral

Kamis, 13 Juni 2024 - 23:57 WIB

Pengadilan Kota Balashikha menerima kasus suap terbesar dalam sejarah Rusia

Kamis, 13 Juni 2024 - 22:56 WIB

Erdogan Sebut pengakuan Spanyol terhadap Palestina langkah penting menuju perdamaian

Kamis, 13 Juni 2024 - 22:41 WIB

Seimas Lituania menyetujui wajib militer untuk dinas militer sepulang sekolah

Kamis, 13 Juni 2024 - 22:19 WIB

Trump dapat membatalkan perjanjian keamanan yang akan ditandatangani Biden dan Zelensky

Kamis, 13 Juni 2024 - 13:49 WIB

Kebakaran hebat terjadi di gudang kilang minyak di Erbil Irak

Kamis, 13 Juni 2024 - 02:33 WIB

Thailand telah umumkan keinginannya untuk menjadi anggota BRICS

Kamis, 13 Juni 2024 - 01:55 WIB

Militer Rusia Serang area parkir pesawat Angkatan Bersenjata Ukraina

Berita Terbaru