Fenomena

BMKG: Awan hitam di langit Aceh Barat hanya fenomena alam biasa, tak perlu panik

Tangkapan layar yang terekam kamera warga diatas langit Masjid Agung Baitul Makmur Meulaboh, Aceh Barat, saat terjadinya fenomena alam awan Arcus, Senin (10/8/2020) pagi. (ANTARA/HO)

Meulaboh, Mercinews.com – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menjelaskan fenomena awan Arcus yang menyelimuti sebagian besar wilayah Kabupaten Aceh Barat dan Nagan Raya, Aceh pada Senin pagi tidak perlu disikapi secara berlebihan atau pun secara panik.

“Ini merupakan awan rendah yang termasuk single level, awan ini pertama kali terbentuk 1-2 jam, biasanya awan ini akan menyebabkan angin kencang,” kata prakirawan BMKG stasiun Meulaboh-Nagan Raya, Rezky Prasetya Hartiwi Senin siang.

Baca juga:  Hati-hati WNA terjangkit HIV/AIDS sering ditemukan di Aceh Barat

Ia menjelaskan, fenomena alam tersebut harus disikapi oleh masyarakat secara waspada.

Menurutnya, apabila awan tersebut muncul di langit, maka yang perlu dilakukan oleh masyarakat yaitu menjauhi pohon yang tinggi, tenda atau benda yang gampang rubuh saat terjadinya angin kencang.

Baca juga:  Angin Kencang melanda Aceh Barat 28 Rumah Rusak

Bahkan masyarakat diimbau tidak berada di luar rumah apabila fenomena awan Arcus muncul.

“Biasanya awan ini akan hilang setelah terjadinya hujan lebat disertai angin kencang. Masyarakat tidak perlu panik, namun harus tetap waspada,” kata Rezky menjelaskan.

[]

Comments