Mercinews

Aceh

Bupati Cek Mad: Aceh Utara harus keluar dari kemiskinan dan kebodohan

Bupati Kabupaten Aceh Utara, H. Muhammad Thaib

Lhoksukon, Mecinews.com – Bupati Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh H. Muhammad Thaib mengajak komponen masyarakat untuk mengoptimalkan pemanfaatan dana desa dalam membangun gampong.

“Kita di Aceh Utara harus keluar dari kemiskinan, dari kebodohan dan dari jerat narkoba,” harap Cek Mad panggilan akrabnya, di sela pembukaan kegiatan bulan bakti gotong royong masyarakat (BBGRM) ke-16.

Kegiatan yang disinergikan dengan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-47 dan bakti sosial TNI Manunggal KB-Kesehatan tingkat Aceh Utara tersebut, di pusatkan di Gampong Ulee Nyeu, Kecamatan Banda Baro, Selasa (6/8).

Dana desa, kata Cek Mad, selain untuk pemberdayaan bidang ekonomi, juga perlu diarahkan untuk pemberdayaan SDM masyarakat desa.

Misalnya dengan memberikan bantuan biaya pendidikan untuk anak berprestasi dari keluarga miskin, kemudian dikirim ke dayah-dayah terpadu untuk melanjutkan pendidikan dengan biaya dianggarkan melalui dana desa.

Jika setiap desa mengirim dua orang per tahun, maka akan sangat berguna bagi peningkatan SDM generasi setempat. Pihaknya, sambung Cek Mad lagi, saat ini sedang mengupayakan untuk mengeluarkan Peraturan Bupati (Perbup) untuk bantuan biaya pendidikan dari anggaran dana desa.

“Sebelumnya saya telah buat Perbup untuk bantuan rumah duafa sebanyak dua unit per gampong per tahun, dan Perbup tentang penangkaran benih unggul di gampong,” jelasnya.

Baca juga:  Ribuan Tenaga Kontrak di Aceh Utara Belum Terima Gaji

Disebutkan, hal prioritas yang menjadi visi pembangunan Aceh Utara saat ini adalah bagaimana caranya membangunkan orang tidur, membangun lahan tidur, dan memanfaatkan uang tidur.

Membangun orang tidur yang dimaksud, jelas Cek Mad, adalah untuk shalat Subuh berjamaah dan menggiatkan zikir bakda subuh. Sedangkan lahan tidur bagaimana caranya harus diberdayakan dengan memanfaatkan berbagai sumber dana dan sumber daya yang ada.

Pembukaan kegiatan BBGRM ke-16 tersebut ditandai dengan pemukulan bedug oleh Kepala Perwakilan Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Aceh Drs Sahidal Kastri di dampingi oleh Bupati H Muhammad Thaib.

Kemudian acara itu dilanjutkan dengan penyerahan peralatan gotong royong secara simbolis oleh Bupati kepada perangkat Gampong Ulee Nyeu, Kecamatan Banda Baro.

Selain Cek Mad dan Drs Sahidal Kastri, turut hadir pada kegiatan itu di antaranya para pejabat Forkopimda Aceh Utara, para kepala SKPK, Ketua TP-PKK Aceh Utara Hj Cut Ratna Irawati, SE, para Camat, para Ketua TP-PKK kecamatan, para Ketua Organisasi Wanita dalam Kabupaten Aceh Utara, jajaran Muspika Banda Baro, para keusyik dan tokoh masyarakat setempat.

Sebelumnya dalam kesempatan itu, Kepala Perwakilan BKKBN Aceh Drs Sahidal Kastri mengajak masyarakat untuk aktif dalam pemberdayaan keluarga melalui pamanfaatan program keluarga berencana.

Baca juga:  Gara-gara Bibit Unggul dan Untungkan Petani, Keuchik Munirwan Dipolisikan

Besarnya angka perceraian di Aceh, tambah Sahidal Kastri, mengindikasikan adanya persoalan yang urgen untuk dibenahi dalam kehidupan perkawinan dan berumah tangga. Kata dia, hal ini perlu dicari akar persoalannya apa, gugatan cerai dari pihak istri cukup tinggi.

“Bagaimana caranya mewujudkan keluarga yang sakinah mawaddah warahmah, jika persoalan-persoalan dan keributan dalam rumah tangga terus terjadi setiap hari,” jelasnya.

Sementara Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berancana Kabupaten Aceh Utara Fakruradhi, SH, MH, melaporkan bahwa kegiatan BBGRM ini diarahkan untuk disinergikan dengan HKG PKK dan bakti sosial KB-Kesehatan, karena tiga program ini sangat dekat dengan keseharian yang dibutuhkan masyarakat.

Kegiatan dimaksud di pusatkan di Kecamatan Banda Baro, dan juga dilaksanakan di empat kecamatan lainnya dalam rangka bakti sosial pemberdayaan masyarakat, yakni di Kecamatan Kuta Makmur, Geureudong Pase, Syamtalira Aron dan Kecamatan Tanah Luas.

“Kita harapkan kegiatan ini dapat menghidupkan kembali semangat dan budaya gotong royong dalam membangun Aceh Utara yang lebih baik, aman dan sejahtera,” kata Fakruradhi.

Selain itu, sambung Fakruradhi, juga untuk meningkatkan rasa memiliki dan tanggungjawab masyarakat dalam memelihara hasil-hasil pembangunan yang telah dilaksanakan bersama.

Editor : Heru Dwi Suryatmojo
Sumber: Antara

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.