Politik

Cek Mada: Saya Berniat Baik Malah Dikorbankan, Siapa Edi Obama?

[Cek Mada (Foto: MODUSACEH]

Banda Aceh, Mercinews.com – Saya tidak pernah kenal Obama. Siapa dia? Saya memang ada dihubungi oleh orang yang ikut ke pendopo dengan Obama, tanggal 13 April 2020 di Blang Padang, Banda Aceh. Mereka katakan; Cek tolong fasilitasi kami bertemu dengan Plt. Artinya semua itu adalah mereka!

“Saya jawab, tidak bisa saya memfasilitasinya karena masih di Aceh Timur saat itu. Dan putuslah komunikasi. Tapi, seminggu sebelum puasa saya kembali ke Banda Aceh dan mereka kembali menghubungi saya dan minta difasilitasi kembali untuk bertemu Plt,” ungkap Cek Mada.

Saat itu, Cek Mada mengaku. “Saya tidak ada kekuatan apa-apa kecuali menyampaikan. Kalau beliau mau ya Alhamdulillah,” jelasnya.

Malam besoknya sebut Cek Mada, dia ketemu Nova Iriansyah dan dia sampaikan.

“Pak Gub, ada orang menelpon saya, katanya mau silaturrahmi”. Siapa tanya Nova? Cek Mada sebut; kelompok yang datang ke Pendopo. “Cobalah Cek Mada ketemu dan pastikan dulu. Ndak masalah dengan saya,” jawab Nova ketika itu.

Besoknya kata Cek Mada, dia ketemu dengan mereka (Edi Obama Cs). “Saya katakan, kalau mau ketemu bawa semua, jangan satu-satu dan yang ikut ke pendopo. Nah, dibawalah Edi Obama. Disitulah saya kenal Edi Obama,” ungkap Cek Mada.

Itu sebabnya, Cek Mada membantah pernyataan dan pengakuan Edi Obama bahwa dirinya merupakan utusan Nova. “Dari mana dia bilang, saya diutus Pak Nova untuk bertemu dia, sementara saya tidak kenal dia dan baru hari itu saya ketemu dia,” ulas Cek Mada.

Lalu? “Duduklah dan bicaralah kami. Mereka kembali minta untuk difasilitasi atau mau bersilaturrahmi. Saya bilang boleh, tapi karena orang ramai, maka diwakili satu orang, jangan semua dulu”.

Hasilnya? “Disepakatilah yang ketemu itu Tiyong (Samsul Bahri, Ketua Tim Pemenangan Irwandi-Nova pada Pilkada 2017). Saya sampaikan ke Pak Nova dan setuju, namun karena sibuk maka diaturlah waktu yang pas dan mohon bersabar hingga akhirnya Tiyong ketemu,” jelas Cek Mada.

Sebelum ketemu ungkap Cek Mada, Edi sempat beberapa kali telpon dirinya dan minta ketemu. Itu terjadi pada bulan puasa lalu.

Baca juga:  Irwandi Yusuf dan Tiyong Ribut Masalah Proyek dinas PU, di Medsos

“Malah dia sempat mengeluarkan kata-kata dengan nada ancaman. Kalau Pak Nova tidak terima, maka saya buat ribut.

Saya bilang, silakan saja buat ribut. Komitmen awal kita sudah jelas saat duduk bersama bahwa diwakili Tiyong. Dia bilang apa urusan orang lain, itukan saya otaknya dan macam-macamlah. Dengan gaya bahasa arogan,” ujar Cek Mada.

Cek Mada yang juga Wakil Ketua Kadin Aceh itu menilai. “Mungkin, karena dia merasa leader (pimpinan), maka ndak bisa terima orang lain silaturrahmi dengan Pak Nova”.

Lantas, bagaimana soal paket proyek? “Kalau dia bilang saya bisa menangkan paket proyek, mana yang bisa saya menangkan dan perusahaan apa yang bisa saya kalahkan, coba tunjukkan,” tantang Cek Mada.

“Kalau dia ndak ngerti, jangan ngomong. Saya sudah berniat baik, kok saya mau dikorbankan dan diadu domba dengan Pak Nova. Tapi ndak masalah bagi saya. Saya bilang, kalau kamu mau adu domba saya dengan Pak Nova silakan. Saya dengan Nova sebagai sahabat, tidak lebih dari itu,” ulas Cek Mada.

Diakui Cek Mada antara dirinya dan Nova Iriansyah sudah bersahabat 20 tahun lebih.

“Kami sudah bersahabat 20-an tahun. Karena itu, kalau ada info yang baik dan tidak, saya wajib sampaikan. Jadi, silakan saja Pak Edi cari jalan lain untuk ketemu, saya tidak punya kekuatan. Tapi, hari ini saya dikorbankan oleh Edi Obama. Tapi tidak masalah, saya siap,” ucap Cek Mada.

Mengenai dana Rp650 juta sebagai kompensasi bayar hutang Pilkada 2017? Diakui Cek Mada, tidak ada komitmen bayar hutang. Dia sendiri yang bilang ada komitmen bayar hutang.

“Saya katakan, saya tidak ngerti masalah hutang. Itu urusan Anda. Yang jelas, kalian minta saya fasilitasi untuk bersilaturrahmi, sudah saya lakukan. Lebih dari itu saya tidak tahu,” ungkap Cek Mada.

Diakui Cek Mada, setelah Tiyong ketemu Nova, dirinya tak lagi ikut terlibat, walau pun beberapa kali Edi Obama menghubungi dirinya dan minta ketemu.

Baca juga:  Tiyong Buat Status Menunggu Proses PAW dari DPRA, Benarkah itu,

“Masalah fee Rp650 juta saya tidak tahu. Malah Edi yang bilang ke saya di Hoco Cafee, depan Hotel Hermes di bulan puasa. Cek saya mau dikasih uang Rp650 juta. Saat itu dia telpon saya minta ketemu dan saya bilang lagi ngopi. Dia datang dan curhat. Saya katakan, oh saya tidak tahu dan ngerti masalah uang. Boleh tanya dia, kalau dia muslim pasti dia jawab itu,” tantang Cek Mada kembali.

Dia juga minta Cek Mada untuk bisa mempertemukan dirinya dengan Nova. “Dia berkeluh kesah. Masih ada WA dia sama saya. Jadi, saya sebenarnya tidak kenal dia dan tidak ada kapasitas saya untuk kenal dia. Memangnya dia siapa,” ujar Cek Mda.

Entah itu sebabnya, Cek Mada mengaku sedih. “Tapi yang saya sedih, dia manusia tidak tahu berterima kasih, sudah minta difasilitasi kok malah saya dikorbankan. Soal uang Rp650 juta justeru saya dengar dari mulut dia sendiri”.

Bagaimana masalah minta bantuan untuk menangkan proyek? Diakui Cek Mada, saat itu dia sedang berada di Aceh Timur (kampung).

“Mereka telpon dan minta bantu. Saya tegaskan, tidak bisa saya bantu. Jangan saya bantu kalian, saya sendiri saja tidak ada proyek, bagaimana saya bantu kalian. Terus, ada perusahaan yang dikalahkan dan dimenangkan, yang mana dan tolong tunjukkan kepada saya,” tantang Cek Mada kembali.

“Tolong sampaikan kepada Edi Obama agar dia bisa berterima kasih pada orang yang membantu dia, tapi kenapa bola panas ke lempar kembali kepada saya. Saat pertemuan itu ada Tiyong. Saya bilang, kalau tidak tujuh orang saya tidak mau, karena saya sudah prediksi dari awal pasti ada tolak tarik dan itu ternyata benar”.

Edi Obama bersama rekan bertemu Cek Mada di sekitar Stadion Lhong Raya beberapa waktu lalu (Foto: Ist)

Lalu, kenapa Edi Obama bisa mengeluarkan pernyataan seperti itu? “Mungkin cemburu dan kecewa kenapa bukan dia yang bertemu Pak Nova. Cuma kalau ada pihak lain yang membonceng, saya tidak tahu. Saya tidak menzalimi orang dan niat saya hanya membantu,” jelas Cek Mada, mengakhiri penjelasannya.

[m/]

Sumber: Modusaceh.co

Comments