Di Aceh Barat Gelar Razia Busana Muslim Selama Empat Hari

Jumat, 24 Mei 2024 - 22:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Warga terjaring razia..
Sumber : Chaidir Azhar

Foto: Warga terjaring razia.. Sumber : Chaidir Azhar

Aceh Barat, Mercinews.com – Gunakan pakaian ketat puluhan wanita terjaring petugas Wilayatul Hisbah (WH), yang sedang menggelar razia busana muslim di Simpang Jasa Tamita, Kabupaten Aceh Barat.

Kapala Bidang Wilayatul Hisbah, Lazuan, mengatakan razia tersebut dilakukan untuk menindak lanjuti Pasal 13 Qanun Aceh Nomor 11 tahun 2002 tentang Pelaksanaan Syariat Islam Bidang Aqidah, Ibadah dan Syiar Islam.

Kata Lazuan razia dilakukan selama 4 hari dan berpindah-pindah lokasi, di mana para personel WH langsung menghentikan pengendara yang berpotensi melanggar dalam tata cara berbusana.

“Alhamdulillah sudah hari kedua, kesalahan yang dilakukan seperti wanita yang berpakaian ketat dan pria bercelana pendek. Bagi mereka yang tertangkap, langsung diarahkan ke petugas untuk dilakukan pendataan dan pembinaan,” kata Lazuan, Kamis (23/5/2024).

Adapun razia busana tersebut petugas berhasil menjaring sebanyak 20 orang yang memakai busana tidak sesuai dengan Qanun yang ditetapkan.

Baca Juga:  Pesawat militer hilang, Presiden Malawi minta bantuan tetangga untuk mencari

“Ada dua puluh orang yang sudah dijaring telah kita berikan pembinaan di lokasi lansung,” sebut Lazuan.

Petugas juga mengimbau kepada warga untuk memperhatikan cara berpakain yang baik sesaui dengan aturan yang berlaku di Aceh.

“Kami imbau warga sebelum keluar rumah memperhatikan terlebih dahulu cara berpakaian, sesuai dengan aturan yang berlaku,” pungkasnya.

Di Hari ke tiga Polisi Syariah Islam atau Wilayatul Hisbah menegur dan mendata warga yang terjaring razia busana muslim di Desa Suak Indrapuri, Johan Pahlawan, Aceh Barat, Aceh, Jumat (24/5/2024). Razia penegakan peraturan daerah (qanun) nomor 11 tahun 2022 tentang Syariat Islam dengan melibatkan Satpol PP dan aparat TNI/Polri tersebut berhasil menjaring 76 pelanggar yang memakai yang tidak sesuai syariat.” (*)

Berita Terkait

Pemkot Banda Aceh intervensi serentak pencegahan anak stunting
Pabrik Ekstasi di Medan Digerebek Polisi, 5 Orang Ditangkap
Kodim Abdya tes urine mendadak, semua prajurit TNI negatif narkoba
Pemkab Aceh Besar Gelar Pangan Murah di Ie Alang Kuta Cot Glie
10 warga Nagan Raya dilarikan ke rumah sakit diduga keracunan makanan
Cek Berita Kedatangan Transmigran pada 2021, Aceh Bukan Daerah Termiskin
Anggota Kodim Kota Banda Aceh Bangun Balai Pengajian di Gampong Lam Geu Tuha
Baitul Mal Aceh Sumbang Rp100 Juta, Untuk Korban Bencana Sumatra Barat
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 14 Juni 2024 - 12:10 WIB

Pemkot Banda Aceh intervensi serentak pencegahan anak stunting

Kamis, 13 Juni 2024 - 21:54 WIB

Pabrik Ekstasi di Medan Digerebek Polisi, 5 Orang Ditangkap

Kamis, 13 Juni 2024 - 14:16 WIB

Kodim Abdya tes urine mendadak, semua prajurit TNI negatif narkoba

Kamis, 13 Juni 2024 - 14:08 WIB

Pemkab Aceh Besar Gelar Pangan Murah di Ie Alang Kuta Cot Glie

Rabu, 12 Juni 2024 - 23:58 WIB

10 warga Nagan Raya dilarikan ke rumah sakit diduga keracunan makanan

Rabu, 12 Juni 2024 - 17:16 WIB

Cek Berita Kedatangan Transmigran pada 2021, Aceh Bukan Daerah Termiskin

Rabu, 12 Juni 2024 - 01:13 WIB

Anggota Kodim Kota Banda Aceh Bangun Balai Pengajian di Gampong Lam Geu Tuha

Selasa, 11 Juni 2024 - 19:42 WIB

Baitul Mal Aceh Sumbang Rp100 Juta, Untuk Korban Bencana Sumatra Barat

Berita Terbaru