Mercinews

Aceh

Di Aceh Darurat Narkoba, 3000 Jiwa Masyarakat Terpapar Narkoba

Sosialisasi narkoba untuk pelajar. Foto: AJNN.Net/Sarina

Banda Aceh, Mercinews.com – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Aceh menyebutkan sekitar 3000 jiwa masyarakat Aceh terpapar narkoba.

Namun sangat mengkhawatirkan, hanya 239 jiwa yang baru bisa direhap. Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan sosialisasi pencegahan dan penanganan narkoba pada siswa dan siswi di Kabupaten Aceh Utara dan Lhokseumawe, yang dilaksanakan oleh Kesbangpol Aceh berkerjasama dengan Wartawan Cegah Narkoba (Wacana) Aceh di Lido Graha Hotel, Jumat (22/11/2019).

“Dari data terbaru yang kami kumpulkan dari BNN, sekitar 3000 jiwa masyarakat Aceh sudah terpapar narkoba. Namun hanya 239 jiwa baru bisa direhap,” kata Kasubid Ketahanan Ekonomi dan Sosbud Kesbangpol Aceh, Surya Edi Rahman.

Surya menambahkan, tujuan dari kegiatan sosialisasi tersebut guna untuk mencegah generasi milenial terjerumus ke lembah hitam, yakni mengkonsumsi narkoba.

Baca juga:  Nanggroe Aceh Masuk Peringkat 12 Pengguna Narkoba Secara Nasional

Sehingga, ke depan pelajar dapat memahami bahwa di masa mendatang sangat berat untuk melawan narkoba serta juga penanganannya.

“Oleh karena itu, tahun 2020, kami harapkan generasi muda mendatang, menjadi regenerasi yang bermental kuat. Sehingga bersaing kancah di tingkat nasional,” ujarnya.

Mengingat Aceh sudah darurat narkoba, kata Surya, pada tahun 2016 pihaknya sudah mengusulkan sebuah rancangan qanun narkoba.

Pada 2018 lalu, qanun tersebut sudah disahkan menjadi qanun nomor 8 tahun 2018 tentang fasilitasi pencegahan narkoba.

“Kami berharap generasi muda khususnya pelajar yang ikut kegiatan hari ini bisa menjadi duta dan corong pemerintah dalam memberantas narkoba,” tuturnya.

Baca juga:  Polisi: Artis Komedian Nunung Pakai Sabu Sejak 20 Tahun Lalu

Sementara itu, Ketua Umum Wacana Sugito Tassar mengatakan, sosialisasi narkoba sangat penting dilaksanakan di sekolah. Pasalnya, remaja tersebut sangat rentan terjerumus ke barang haram itu.

“Jika mereka tidak dibentengi, maka pelajar atau generasi muda, tidak akan memiliki kerangka yang baik dimasa mendatang dalam pencegahan narkoba,” ujarnya. Salah seorang siswa, SMKN 3 Lhokseumawe, Revi Fahreza mengatakan, kegiatan sosialisasi narkoba terhadap pelajar sangat berguna.

Karena pelajar ini bisa mengetahui bahayanya penyalahgunaan narkoba.

“Kami berpesan kepada teman-teman lain, jangan sekali-kali menggunakan atau memakai narkoba. Maka lebih berhati-hati dan waspada, karena hanya iman yang bisa membantu,” tuturnya. [m/]

Comments