Daerah

Dituduh Tabrak Babi dan Warga, Pria ini Tewas Diamuk Massa di Nabire Papua

Yus Yunus (26), pria asal Dusun Taramanu, Desa Sumberjo, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, Meninggal Diamuk Massa /Foto: dok Facebook

Polewali Mandar, Mercinews.com – Yus Yunus (26), pria asal Dusun Taramanu, Desa Sumberjo, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat (Sulbar), tewas diamuk warga di Nabire, Papua. Korban tewas dikeroyok setelah dituding menabrak warga dan seekor babi hingga tewas.

Peristiwa pengeroyokan korban terekam kamera dan viral di media sosial. Aksi main hakim sendiri tersebut mengundang kecaman warga.

Dalam rekaman terlihat korban berupaya menyelamatkan diri dari amukan massa. Sejumlah petugas bersenjata laras panjang, diduga polisi, yang terlihat berada di lokasi kejadian, juga tidak mampu meredam emosi massa. Akhirnya korban tewas dengan kondisi mengenaskan.

Korban Yus Yunus kemudian dipulangkan ke kampung halamannya, dan telah dikebumikan di pemakaman Islam Desa Sumberjo, Senin (24/2/20) malam.

Baca juga:  Dua Firma Hukum Asing Surati Jokowi Minta Setop Kasus Veronica Koman

Ketua Komisi IV DPRD Polman Agus Pranoto meminta kasus penganiayaan tersebut diproses sesuai dengan hukum yang berlaku. Dia akan menyurati Presiden Joko Widodo hingga Komnas HAM.

“Peristiwa ini harus diusut secara tuntas tanpa melihat siapa pelakunya. Siapa pun yang berada di Indonesia tidak ada yang kebal hukum. Kita tidak bicara suku bangsa. Di negara Indonesia ini hukum harus ditegakkan seadil-adilnya. Kami akan menyurat kepada Bapak Presiden, tembusan DPR RI, Komnas HAM, dan lembaga terkait yang menangani masalah ini, agar bisa jelas dan tuntas,” kata Agus kepada wartawan saat berkunjung ke rumah orang tua korban, Kamis (27/2/2020).

Politikus Partai Golkar itu menyayangkan sikap anggota kepolisian yang dianggap melakukan pembiaran sehingga aksi penganiayaan yang menewaskan Yus Yunus bisa terjadi.

Baca juga:  Kota Jayapura Rusuh, Wiranto: Gedung MRP Dibakar, Rutan Dijebol Massa

“Kalau kami melihat di video, almarhum dimassa, dan di situ ada petugas, yang disayangkan kenapa tidak ada tindakan dari petugas,” ungkap Agus.

Sementara itu, pihak keluarga membantah tuduhan terhadap korban yang dianggap telah menabrak babi dan warga setempat sehingga memicu aksi main hakim tersebut. Keluarga mendesak kepolisian mengusut kasus tersebut agar para pelaku mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Dia dituduh menabrak, tapi tidak seperti itu. Kami berharap ini bisa diluruskan agar para pelaku bisa diproses hukum lebih lanjut sesuai aturan yang berlaku,” harap ibu korban, Nonik.

Sunber: detikcom

Comments