Asia Pasifik

Dosen Unimas WNI positif Virus corona di Sarawak meninggal dunia

Flyer duka cita dari Unimas dan Perseni. ANTARA/Agus

Kuala Lumpur, Mercinews.com – Dosen Warga Negara Indonesia (WNI) pada Program Musik Fakulti Seni Gunaan dan Kreatif Universiti Sarawak Malaysia (Unimas), Iran Amri Musoddiq, yang positif corona atau COVID-19 meninggal dunia, Selasa (31/3/2020).

Informasi meninggalnya Iran diperoleh dari pernyataan Pengurus Perwakilan Persatuan Mahasiswa Seni Gunaan dan Kreatif (PERSENI) Unimas 2019/2020 dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Kuching.

Organisasi mahasiswa tersebut menyampaikan Encik Iran Amri Musoddiq, pensyarah (dosen) dari Fakulti Seni Gunaan Dan Kreatif telah kembali ke rahmatullah pada pagi ini.

“Oleh karena itu marilah kita bersama-sama memanjangkan doa agar roh beliau senantiasa dicucuri dan dirahmati. Kami mewakili seluruh warga fakultas juga menyampaikan salam takziah kepada keluarga,” kata pernyataan tersebut.

Baca juga:  Update Corona 3 April, Positif 1.986, Meninggal 181, dan sembuh 134 Orang

Sementara itu Konjen KJRI Kuching Yonny Tri Prayitno melaporkan secara informal meninggalnya almarhum ke Menteri Luar Negeri, Wakil Menteri Luar Negeri, Direktur Perlindungan WNI dan Kepala Perwakilan Republik Indonesia di Malaysia.

Almarhum meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Sarawak.

Dosen pada Fakultas Applied and Creative Art tersebut pada 22 Maret 2020 melalui Rumah Sakit Umum Sarawak memberitahukan dirinya positif COVID-19 dengan gejala yang dirasakan sejak 10 Maret 2020.

KJRI telah melakukan langkah-langkah yakni berkoordinasi dengan pusat penanganan COVID-19 Sarawak untuk pengobatan yang bersangkutan.

Baca juga:  Perusahaan Kosmetik Bantu Hand Sanitizer Buat Tenaga Medis di Aceh

Kemudian meminta bantuan pihak kesehatan Sarawak untuk membantu keluarga dalam penanganan pencegahan dengan tindakan isolasi di rumah dan tindakan penanganan lainnya bila terjadi gejala sesuai protokol pencegahan dan penanganan COVID-19.

Lalu, meminta rekan-rekan, mahasiswa atau orang-orang yang berhubungan dengan dia pada kurun 10 Maret sampai saat ditetapkan positif untuk melakukan protokol pencegahan (karantina atau isolasi) atau menghubungi otorita kesehatan Sarawak meminta saran dan pemeriksaan diri atas virus COVID-19.

[m/news]

Sumber: Antara