Mercinews

Aceh

Dua Ormas Islam Aceh Janji Tak Lagi Bubarkan Setiap Ada Konser di Aceh

Puluhan ribu penonton memadati konser Five Minutes, Police Expo 2019 di Lapangan Blang Padang, Banda Aceh, Sabtu 13 Juli 2019 malam. (Foto: Tagar/Muhammad Fadhil)

Banda Aceh, Mercinews.com  – Dua Ormas islam di Aceh yakni Front Pembela Islam (FPI) dan Majelis Pengajian dan Zikir Tasawuf, Tauhid dan Fiqh (Tastafi) berjanji tak akan membubarkan setiap ada konser di Aceh.

Hal tersebut dilakulan pasca kejadian pembubaran paksa konser Base Jam beberapa waktu lalu, yang berujung ditetapkannya salah seorang anggota FPI sebagai tersangka.

Juru Bicara FPI Aceh, Tgk Mustafa Husen Woyla mengatakan, dari hasil rapat yang mereka lakukan memutuskan bahwa pihaknya tak akan lagi membubarkan konser di Aceh, termasuk penampilan Five Minutes di Lapangan Blang Padang, Sabtu 13 Juli 2019  malam.

“Sudah kita rapatkan, kita tidak turun nanti malam, ini sesuai arahan atasan,” kata Mustafa Husen saat dikonfirmasi Tagar.id, Sabtu 13 Juli 2019.

Hal yang sama juga dikatakan Ketua Umum Pengurus Wilayah Tastafi Kota Banda Aceh, Tgk H Umar Rafsanjani Lc MA.

Baca juga:  Satu Tersangka Pemukulan saat Pembubaran Konser Base Jam Ditangkap

Menurut Rafsanjani, ada beberapa pertimbangan yang menyebabkan mereka tidak akan lagi membubarkan konser di Banda Aceh, salah satunya yaitu sesuai arahan dari Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, Tgk. H. Faisal Ali dan Dewan Majelis Syura FPI Aceh, Tgk. H. Tu Bulqaini.

“Setelah mendapat arahan dari sesepuh kita seperti Tgk. H. Faisal Ali dan Tgk. H. Tu Bulqaini maka untuk saat ini kita tidak lakukan kegiatan apapun terkait konser Five Minutes di Blang Padang,” kata Rafsanjani.

Dari hasil koordinasi, kata Rafsanjani, pihaknya di intruksikan agar fokus pada pengawalan fatwa MPU bidang aqidah dan ibadah saja, tidak pada urusan lain seperti konser.

“Adapun terkait konser dan keramaian malam biar pihak yang lain saja yang menanganinya walaupun secara kapasitas dan kekuatan masyarakat kita sanggup tetapi karena ini arahan sesepuh untuk fokus pada bidang aqidah dan ibadah saja, maka kita mesti sami’na wa ‘atha’na,” kata dia.

Baca juga:  Malam Sabtu ini Abu MUDI Isi Pengajian TASTAFI di Mesjid Raya Baiturrahman

Untuk diketahui, pada Minggu 7 Juli 2019 malam, sekelompok massa membubarkan konser grup band Base Jam di Taman Sultanah Safiatuddin, Banda Aceh, Aceh.

Grup band anak muda yang terbentuk pada 15 Januari 1994 itu dibubarkan paksa saat tampil pada malam penutupan Aceh Culinary Festival 2019.

Pasca pembubaran, aparat kepolisian bergerak cepat melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap satu tersangka.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Ryanto, Selasa 9 Juli 2019 menyebutkan, satu tersangka yang ditahan itu adalah MZ, 30 tahun, anggota FPI. Ia ditangkap karena memukul aparat kepolisian yang bertugas mengamankan konser tersebut.

“Sementara kita sudah melakukan tindakan pemeriksaan saksi, barang bukti dan kita tangkap tersangka satu orang, terkait dengan penganiaan,” kata Trisno.

 

Sumbe: Tagar.id,

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.