Hukum

Dua terdakwa Penyerang Novel Baswedan Divonis 1,6 dan 2 Tahun Penjara

Dua terdakwa Penyerang Novel Baswedan Divonis 1,6 dan 2 Tahun Penjara

Jakarta, Mercinews.com – Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara telah memvonis dua orang terdakwa penyiraman air keras terhadap Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan. Kedua terdakwa yang merupakan oknum polisi itu yakni Rahmat Kadir Mahulette dan Ronny Bugis.

Vonis dibacakan dalam sidang yang digelar secara virtual. Hanya majelis hakim dan tim Jaksa Pununtut Umum serta tim Penasihat Hukum yang hadir di ruang sidang. Sementara para terdakwa hanya dihadirkan secara virtual.

Kedua terdakwa divonis dengan hukuman penjara yang berbeda. Untuk terdakwa Rahmat Kadir Mahulette divonis 2 tahun penjara.

“Menjatuhkan pidana kepada terdakwa pidana penjara selama 2 tahun,” ujar Hakim.

Sementara, terdakwa Ronny Bugis divonis hukuman 1 tahun 6 bulan penjara. “Menjatuhkan pidana kepada terdakwa pidana penjara selama 1 tahun 6 bulan,” lanjut Hakim.

Baca juga:  Sebut Teror Air Keras Rekayasa, Dewi Tanjung Dipolisikan Tetangga Novel

Majelis hakim terdiri dari hakim ketua Djuyamto serta dua hakim anggota, Taufan Mandala, Agus Darwanta yang membacakan vonis dua oknum polisi tersebut.

Pada sidang sebelumnya, jaksa menuntut kedua terdakwa satu tahun hukuman penjara. Pasal Primer yakni Pasal 355 ayat 1 KUHP jo. Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP yang didakwakan dianggap JPU tak terbukti karena berdasarkan fakta persidangan kedua terdakwa tidak sengaja menyiram air keras ke kepala Novel.

“Terdakwa hanya akan memberikan pelajaran kepada saksi Novel Baswedan dengan melakukan penyiraman air keras ke Novel Baswedan tapi di luar dugaan ternyata mengenai mata Novel Baswedan yang menyebabkan mata kanan tidak berfungsi dan mata kiri hanya berfungsi 50 persen saja artinya cacat permanen sehingga unsur dakwaan primer tidak terpenuhi,” kata Jaksa.

Baca juga:  Dua Polisi Aktif Jadi Tersangka Teror, Novel Baswedan: Dari Awal Saya Tahu

Kedua terdakwa lantas dituntut atas Pasal subsidair Pasal 353 ayat 2 KUHP jo. Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP tentang penganiayaan berat yang direncanakan terlebih dahulu.

Adapun hal yang memberatkan terdakwa menurut JPU dalam kasus ini adalah dianggap mencoreng nama baik Polri karena terdakwa merupakan anggota polisi aktif.

Sementara hal yang meringankan Rahmat menurut JPU yakni terdakwa belum pernah dihukum, mengakui perbuatannya di hadapan persidangan, kooperatif dalam persidangan, dan telah mengabdi sebagai polisi selama 10 tahun.

[]

Comments