Mercinews

Aceh

Dyah Erti Minta Bunda PAUD Seluruh Gayo Lues Sosialisasikan Pencegahan Stunting

Humas Pemeritah aceh/ Mercinews

Blang Kejeren, Mercinews.com – Pembina Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Aceh,  Dyah Erti Idawati, meminta kepada seluruh Bunda PAUD di kabupaten Gayo Lues untuk mensosialisasikan pencegahan stunting kepada setiap orang tua dan anak-anak di desa masing-masing. Anak-anak, kata dia, harus diberikan edukasi pola hidup sehat sedari usia dini.

Hal tersebut disampaikan oleh Dyah Erti Idawati saat memberikan materi pada pembinaan Bunda PAUD seluruh kabupaten Gayo Lues, di aula pendopo Bupati setempat, Kamis (15/8).

Pembinaan itu diikuti oleh Bunda PAUD Kabupaten Gayo Lues, kecamatan, sampai dengan Bunda PAUD tingkat gampong. Dyah mengatakan, stunting disebabkan oleh kurangnya pemberian makanan bergizi untuk balita dan kurangnya pengonsumsian asupan bergizi oleh ibu hamil, sehingga menyebabkan pola pertumbuhan badan dan otak anak melambat.

Untuk itu, ia meminta agar para Bunda PAUD gampong yang juga merupakan Ketua PKK Gampong untuk mensosialisasikan asupan makanan bergizi pada orang tua dan ibu hamil, sehingga jumlah anak yang mengalami stunting dapat ditekan.

“Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menurunkan stunting adalah membangun rumoh gizi.  Melalui rumoh tersebut masyarakat dapat mendapatkan makanan bergizi dan sehat,” ujar Dyah.

Rumoh Gizi merupakan tempat layanan penyediaan makanan bergizi bagi balita dan ibu hamil di setiap gampong di seluruh Aceh. Selain Rumoh Gizi, untuk mencegah stunting Dyah menganjurkan agar Bunda PAUD memberitahu pola makan terbaik bagi orang tua dan anak. Pola makan yang baik harus mengandung karbohidrat dan protein.

Baca juga:  Gubernur Lantik Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Aceh 2018

Dalam kesempatan itu, Dyah juga menyampaikan metode konsumsi pola makan yang sehat, yakni program Isi Piring Ku.

“Sebelah kiri (piring) adalah nasi dan lauk pauk yang mengandung protein dan sebelah kanan sayur dan buah- buahan,” ujar istri Plt Gubernur Aceh itu.

Pola makan sehat tersebut, juga harus dilakukan oleh ibu hamil. Sebab, asupan makanan ibu hamil sangat menentukan tumbuh kembang badan dan otak anak sejak dalam kandungan.

Kemudian, para ibu pasca melahirkan juga dianjurkan untuk memberikan ASI (air susu ibu) eksklusif selama 6 bulan kepada bayi. Metode tersebut diyakini dapat mencegah stunting.

Selanjutnya, Bunda PAUD juga diminta untuk mensosialisasikan pola hidup bersih bagi anak-anak PAUD. Kebersihan itu meliputi pembiasaan cuci tangan bagi anak-anak seusai beraktivitas. Kebiasaan cuci tangan, kata Dyah, dapat menghindari anak-anak dari penyakit tertular, seperti flu dan Tuberculosis.

Selain itu, ujar Dyah, anak-anak PAUD dan masyarakat pada umumnya harus dibiasakan dengan kebiasaan berolahraga. Ia meminta agar setiap gampong di Gayo Lues menghidupkan kegiatan olahraga, seperti senam lansia. “Anak-anak harus diajak olahraga agar terbiasa dari dini,” ujar Dyah.

Isu pencegahan stunting, kata Dyah, gencar disosialisasikan karena  maraknya balita di Aceh yang mengalami penyakit tersebut, yakni 37 persen dari jumlah balita di provinsi Aceh.

Bupati Gayo Lues, Muhammad Amru, berterimakasih kepada Bunda PAUD provinsi Aceh karena telah menjadikan kabupaten yang ia pimpin sebagai pilot project pemberantasan stunting. Ia berharap program pemberantasan stunting itu dapat berjalan sukses, sehingga generasi Gayo Lues di masa depan dapat menjadi generasi hebat dan berkualitas.

Baca juga:  Aceh Raih Penghargaan Pembina Teladan

Amru juga berterima kasih kepada Bunda PAUD provinsi Aceh karena telah memilih daerah yang ia pimpin sebagai salah satu kegiatan pembinaan Bunda PAUD.

Ia berharap program lain dapat disalurkan di negeri seribu bukit itu, sehingga kualitas PAUD di Gayo Lues dapat sejajar dengan kabupaten lainnya.

Selain itu, kata Amru, para Bunda PAUD di kabupaten tersebut juga diminta untuk menerapkan program pembelajaran yang selaras dengan program pemerintah kabupaten Gayo Lues. Program itu yakni melahirkan anak-anak hafizh Al-Quran, sehingga program pemerintah menciptakan seribu hafiz dapat diwujudkan di negeri seribu bukit itu.

Amru mengatakan, pendidikan di awal masa pertumbuhan anak  sangatlah penting. Sebab, lanjut dia, perkembangan otak di usia dini sangat cepat dalam menyerap sesuatu yang dilihat maupun didengarnya. Sementara itu, Bunda PAUD kabupaten Gayo Lues, Hartati mengatakan, kemampuan pendidik sangat diperlukan dalam membina anak-anak secara nyaman dan aman. Melalui pembinaan Bunda PAUD itu diharapkan layanan pendidikan anak usia dini dapat terlaksana dengan baik.

“Kami berharap PAUD terus berkembang, kami berharap seluruh Bunda PAUD dapat berperan aktif menjadi motivator untuk menghidupkan kembali PAUD yang selama ini mengalami kevakuman,” ujar Hartati.

Comments