Mercinews

Aceh

Gawat! Baru Sebulan Selesai Dibuat, Jalan Rp 11 Miliar di Simeulue Rusak Parah

Baru Sebulan Selesai Dibuat, Jalan Rp 11 Miliar di Simeulue Rusak Parah/ Foto: Modusaceh.co

Simeulue, Mercinews.com– Miris, itu kata yang layak saat melihat kondisi jalan lintas Langi-Lewak, Kecamatan Alafan, Kabupaten Simeulue.

Bayangkan, baru sebulan selesai dikerjakan, kondisinya sudah rusak parah.

Pembuatan jalan aspal sepanjang 3,230 Kilometer itu, menghabiskan anggaran Rp 11.505 miliar dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2018, yang dikerjakan oPT Bahtera Agung.

Saat ini kondisi jalan lingkar Simeulue sepanjang satu kilometer ini mengalami rusak berat.

Kerusakan jalan ujung Simeulue itu, diduga karena banyaknya kendaraan proyek yang melintas melewati tonase dari seharusnya.

Anggota Komisi C, Dewan Perwakilan Rakyat (DPRK) Simeulue Ihya Ulumuddin, SP, mengatakan. Setelah melakukan peninjauan ke lapangan, untuk memastikan kondisi jalan tersebut.

Baca juga:  Viral, Rambu Lalu Lintas di Simeulue Ditempel Kutang Bekas Berukuran 34 B

Pihaknya menduga jalan tersebut dibuat tidak sesuai aturan. Sebab jalan yang menghabiskan anggaran miliaran rupiah itu, kondisinya sudah rusak parah. Padahal belum dilakukan serah terima.

“Jalan tersebut tidak layak, mulai dari ketebalan aspalnya kurang, penimbunannya tidak bagus, juga aspal yang digunakan terkesan tidak bagus dimasak,” kata Ihya Ulumuddin, Ketua Komisi C DPRK Simeulue, Seperti dilansir Modusaceh.co Kamis, (10/10/2019).

Dikatakan Ihya, DPRK Simeulue mendesak pihak rekanan untuk bertanggung jawab atas kerusakan jalan tersebut.

Baca juga:  Warga Nagan Raya Tutup Jalan Pakai Kursi dan Pohon Kelapa

Komisi C sudah memanggil pembuat jalan tersebut dan memberikan limit waktu 20 hari kedepan untuk memperbaiki jalan rusak tadi.

“Nanti kami akan tinjau lagi ke lapangan setelah limit waktu ini,” ujar Ihya Ulumuddin, didampingi Andi Millian, Syahrian, Hamsipar, serta Nurhayati.

Sementara pihak PT Bahtera Agung selalu rekanan, mengaku akan bertanggung jawab untuk memperbaiki jalan tersebut. Sesuai batas waktu yang diberikan DPRK Simeulue.

“Kita akan bertanggung jawab untuk pembuatan jalan yang rusak itu, sesuai dengan limit waktu yang diberikan,” ucap Edi Safuannur, Pengawas Lapangan PT Bahtera Agung.[m/]

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.