Pendidikan

Guru PAUD “Arsitek” Generasi Unggul Bangsa

Nova Iriansyah, MT membuka Acara Seminar Internation PAUD dengan metode STEM (Science, Technology, Engineering and Mathematics) di Anjong Mon Mata, Banda Aceh, Jumat, 22/11/2019.

Banda Aceh. Mercinews.com – Pelaksana Tugas Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, mengingatkan pentingnya penguatan
pendidikan ilmu pengetahuan dan karakter sejak usia dini. Pasalnya, anak-anak saat ini perlu disiapkan
menjadi generasi yang tangguh, kreatif, dan berbudi pekerti pada saat Indonesia mencapai usia emas di
tahun 2045.

Oleh sebab itu, kata Plt Gubernur, guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) laksana arsitek dan
memegang peran kunci dalam membentuk karakter tunas bangsa tersebut.

“PAUD tidak boleh kita remehkan, sebab
pendidikan usia dini ini berkaitan erat dengan langkah kita untuk mempersiapkan sumber daya manusia
yang tangguh,” ujar Nova Iriansyah saat membuka Seminar Internasional PAUD dengan Metode STEM,
di Anjong Mon Mata, Banda Aceh, Jumat, (22/11).

Menurut para ahli, kata Nova, perkembangan otak dan mental anak pada usia 0 sampai 6 tahun
merupakan perkembangan yang tercepat. Karena itulah, masa tersebut sering disebut dengan usia
emas.

“Pada usia ini, perhatian terhadap pendidikan anak sangat diperlukan, salah satunya untuk melatih anak
meng-upgrade kemampuan berbahasa, bersikap, berpikir dan yang terpenting mengembangkan budi
pekerti,” kata Nova.

“Inilah sesungguhnya yang menjadi alasan mengapa pemerintah merasa perlu memberi perhatian bagi
PAUD di negeri kita, khususnya Aceh. Melalui pendidikan PAUD ini, anak-anak akan dapat meningkatkan
kreativitasnya sehingga potensi yang ada di dalam masa keemasan mereka dapat dioptimalkan,” kata
Nova.

Nova mengatakan, hal tersebut akan terwujud apabila sistem PAUD didukung oleh berbagai faktor,
antara lain, metode belajar yang tepat dan keberadaan tenaga pendidik yang berkualitas. Oleh sebab
itu, kata dia, pihaknya akan terus meningkatkan mutu para pendidik PAUD, agar mereka mampu
mentransformasikan pengetahuan dengan cara-cara efektif yang mudah dicerna anak-anak.

Baca juga:  Mempromosikan Kuliner Andalan Bireuen Lewat Festival Sate Matang

Dalam upaya meningkatkan kualitas PAUD di Aceh, kata Nova, juga harus dilakukan dengan cara
mencoba metode atau pendekatan pendidikan yang tepat. Karena itu, melalui seminar Internasional

tersebut, pemerintah menawarkan metode STEM (Science, Technology, Engineering and Mathematics)
kepada para peserta yang juga merupakan para guru PAUD.

“Saya yakin, metode ini sangat efektif. Metode STEM ini sebenarnya bukan hal baru dalam dunia
pendidikan kita, sebab untuk pendidikan menengah dan pendidikan tinggi, metode ini sudah
diterapkan,” kata Nova.

Dalam kesempatan itu, Plt Gubernur juga mengajak semua pihak mendukung terobosan Tim Penggerak
PKK Aceh yang telah menyelenggarakan seminar tersebut. Ia meminta para peserta dapat menelaah
paparan yang disampaikan para pakar, dan selanjutnya disesuaikan dengan pola pendidikan karakter
sebagaimana yang telah dicanangkan.

“Dengan demikian, kita dapat merumuskan sebuah sistem pendidikan yang ideal bagi anak usia dini
sehingga mereka tumbuh dan berkembang menjadi menjadi anak yang sehat, berakhlak mulia, berilmu,
kreatif, dan mandiri,” tutur Nova.

Foto: Plt. Gubernur Aceh, Ir. Nova Iriansyah, MT membuka Acara Seminar Internation PAUD dengan metode STEM (Science, Technology, Engineering and Mathematics) di Anjong Mon Mata, Banda Aceh, Jumat, 22/11/2019.

Nova berharap, melalui seminar tersebut dapat ditemukan sebuah metode baru
untuk sistem pembelajaran PAUD, sehingga potensi dan bakat anak-anak Aceh dapat diarahkan sejak
mereka belajar di tingkat pra sekolah.

Baca juga:  376 Peserta Ikuti Pemilihan GTK Berprestasi dan Berdedikasi Provinsi Aceh 2019

Sementara itu Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Aceh, Dyah Erti Idawati, mengatakan, pola pengajaran
PAUD tidak sama dengan sekolah formal. Ia mengatakan tingkat kesulitan yang dialami guru-guru PAUD
bisa dikatakan cukup tinggi, karena mereka berhadapan dengan berbagai tingkah dan gaya anak-anak.
Apalagi perkembangan setiap anak berbeda, baik intelegensi, bakat, kreativitas, emosi, kepribadian,
jasmani dan sosialnya.

Oleh sebab itu, kata Dyah, Tim Penggerak PKK Aceh sangat fokus dengan pendidikan PAUD, karena
berkaitan erat dengan upaya mendorong peningkatan kualitas keluarga. Pihaknya bekerjasama dengan
berbagai pihak untuk merumuskan sistem PAUD terbaik di Aceh.

“Salah satu sistem yang menarik untuk kita kaji adalah penggunaan metode Science, Technology,
Engineering and Mathematics atau STEM,” ujar Dyah.

Dyah mengatakan, berdasarkan beberapa riset, metode STEM terbukti ampuh membantu anak-anak
untuk berkembang

secara alamiah dan cerdas.

“Beranjak dari keberhasilan itu, Tim Penggerak PKK Aceh mengajak bapak ibu sekalian untuk duduk
bersama membahas efektivitas metode STEM ini untuk kemungkinan dapat kita terapkan di Aceh,” tutur
Dyah.

Seminar Internasional PAUD dengan Metode STEM itu digelar oleh Tim Penggerak PKK Aceh dan
Universitas Syiah Kuala. Seminar tersebut menghadirkan sejumlah pemateri bertaraf Internasional
dengan latar belakang akademisi. Para peserta seminar berjumlah 300 orang, yang berasal dari sejumlah
guru PAUD dari setiap kabupaten/kota di Aceh.

Ikut hadir dalam pembukaan seminar itu, antara lain, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Aceh, Zainal
Arifin Lubis, Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Rachmat Fitri, Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Usamah
El Madny, Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh, Muhammad Iswanto, dan Wakil Rektor IV
Unsyiah, Hizir. []

Comments