Mercinews

Nasional

Hari Pertama Sistem Ganjil Genap di Jakarta Barat, 153 Pengendara Ditilang

Ganjil Genap - Hari Pertama Sistem Ganjil Genap di Jakarta Barat, 153 Pengendara Ditilang
[email protected] Foto:detikcom

Jakarta, Mercinews.com – Setelah sebulan disosialisasi, perluasan sistem ganjil-genap diterapkan resmi. Polisi mulai memberlakukan tilang bagi para pengendara yang melakukan pelanggaran.

Untuk wilayah Jakarta Barat (Jakbar), polisi mengatakan ada 153 pengendara yang ditilang karena melanggar sistem ganjil-genap. Penindakan itu dilakukan di 5 titik di Jakbar.

“Untuk hasil penindakan hari ini ada 153, itu khusus di lalu lintas Jakarta Barat,” ujar Kasat Lantas Polres Metro Jakbar Kompol Hari Admoko di Jalan Tomang Raya, Jakbar, Senin (9/9/2019).

Barang bukti yang disita disebut Hari sebanyak 122 SIM dan 31 STNK. Lima titik lokasi penindakan itu disebut Hari berada di Jalan Pintu Besar Selatan, Jalan Gajah Mada, Jalan Hayam Wuruk, Jalan S Parman, dan Jalan Tomang Raya.

Baca juga:  Resmi! Ini 16 Rute Baru Ganjil-Genap di Jakarta Uji Coba 12 Agustus

“Ini kan (Jalan) S Parman yang (sistem ganjil-genap) lama. Penindakan juga ada. Itu yang kita masukin (data pengendara yang ditilang),” sebut Hari.

Hari menyampaikan penerapan sistem ganjil-genap di wilayah Jakbar berdampak pada berkurangnya kemacetan. Dia berharap situasi yang sama terjadi di kemudian hari.

“Dampaknya banyak, luar biasa. Kepadatan juga berkurang,” kata Hari.

Di sisi lain, Hari mengatakan masih ada masyarakat yang merasa tidak tahu adanya sosialisasi perluasan sistem ganjil-genap. Namun Hari menepisnya dengan alasan sosialisasi serta rambu perluasan sistem ganjil-genap sudah dilakukannya jauh-jauh hari.

“Masyarakat ada yang merasa bahwa tidak pernah ada sosialisasi, terus kemudian tentang rambu yang katanya, ‘Ini dipasangnya kapan, Pak?’ Padahal sudah dipasang dari saat dilakukan sosialisasi,” ucap Hari.

Baca juga:  Ganjil Genap Diperluas, Anies: Mohon Pengertian dan Masukannya

Di tempat yang sama, Kasi Operasi Dinas Perhubungan (Dishub) Jakbar, Afandi, bersuara senada dengan Hari. Menurut Afandi, sosialisasi dari 7 Agustus 2019 hingga 8 September 2019 dirasa sudah lebih dari cukup.

“Tadi evaluasi kita dengan Pak Kasat, banyak pelanggar ada yang tahu, ada juga yang alibi. Yang tahu dia akan menerima (ditilang), yang tidak tahu kebanyakan alibi. Karena apa? Sampai dengan satu bulan ini tidak tahu kan tidak mungkin. Karena kenapa? Di setiap mulut-mulut pintu masuk tol atau gage (ganjil-genap) itu ada banner, ada anggota Dishub gabung dengan Pak Lantas selama satu bulan itu sosialisasi, baik itu jalur pelanggaran gage, serta di mal,” imbuhnya. [m/]

 

Comments