Mercinews

Asia Pasifik

India dan Pakistan Kembali Terlibat Bentrokan Bersenjata

India dan Pakistan kembali terlibat bentrokan bersenjata. Foto/Ilustrasi/Istimewa

New Delhi, Mercinews.com – Ketegangan antara India dan Pakistan berangsur-angsur meningkat di sepanjang Garis Kontrol, dengan aktivitas jet dilaporkan pada Jumat di kedua sisi perbatasan de facto. Sesuai sebuah laporan, angkatan bersenjata kedua negara yang memiliki senjata nuklir itu terlibat dalam baku tembak di distrik Baramulla, Kashmir utara. Bentrokan ini terjadi di sektor Hajipeer di Uri.

“Baku tembak hebat telah dimulai di daerah yang menimbulkan kepanikan di Churanda, Silikote, Tilawari, Sadpora dan desa-desa lain yang tinggal di sepanjang perbatasan,” kata seorang pejabat setempat seperti dikutip dari Sputnik, Jumat (2/8/2019).

Di tengah aktivitas baku tembak terbaru dan kapal tanker bahan bakar, Otoritas Bandara Srinagar telah mengadakan pertemuan Komite Khusus Keamanan Bandara setelah saran keamanan dikeluarkan oleh Pemerintah Jammu dan Kashmir. Anggota semua maskapai menghadiri pertemuan khusus tersebut.

Baca juga:  Nyasar Gara-Gara Kabut Asap, 3 Nelayan Aceh Ditangkap di India

Namun demikian, di pagi hari, pemerintah India menempatkan angkatan udara dan tentaranya dalam siaga operasional yang tinggi.

Kantor berita India ANI, mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya, mengatakan bahwa operasi Angkatan Udara India di Jammu dan Kashmir adalah bagian dari aktivitas normal. Pesawat tempur Mirage 2000 juga beroperasi dari pangkalan udara di dalam negara bagian.

Sebelumnya pada hari Kamis, Pakistan memanggil seorang diplomat India di Islamabad atas pelanggaran gencatan senjata di sepanjang Garis Kontrol (LoC) untuk hari ketiga berturut-turut.

Pakistan juga mengevakuasi sekitar 50 warga negara China yang sedang mengerjakan proyek bendungan di sepanjang pertemuan sungai Neelum dan Jhelum karena dihujani tembakan.

Baca juga:  Indonesia, India dan Australia Bergabung Lawan Hegemoni China

Hubungan antara kedua negara yang memiliki senjata nuklir, India dan Pakistan, memburuk setelah serangan teroris 14 Februari terhadap konvoi militer India di Kashmir di mana lebih dari 40 prajurit tewas. Kelompok teroris yang berbasis di Pakistan, Jaish-e-Mohammad, diduga bertanggung jawab atas serangan itu.

Kemudian pada bulan Februari, India melakukan serangan udara di bagian Kashmir yang dikuasai Pakistan, yang menargetkan apa yang dikatakannya adalah kamp pelatihan milik kelompok teroris.

Wilayah Kashmir telah diperebutkan oleh India dan Pakistan sejak berakhirnya pemerintahan Inggris pada tahun 1947.

Sumber: Sindonews

Comments