Mercinews

Aceh

Jaringan Aneuk Syuhada Aceh: Referendum, Solusi yang Tepat untuk Aceh

Zulfikar - Jaringan Aneuk Syuhada Aceh: Referendum, Solusi yang Tepat untuk Aceh

Banda Aceh, Mercinews,com – Dewan Pembina Jaringan Aneuk Syuhada Aceh (JASA), M. Jhony, meminta seluruh elemen untuk menghargai dan menghormati apa yang sudah dikatakan oleh eks panglima GAM, Muzakir Manaf terkait Referendum Aceh.

Menurutnya, pernyataan Mualem itu sangat berdasar, mengingat usia perdamaian Aceh yang hampir berjalan selama empat belas tahun, tapi pemerintah pusat tidak pernah konsisten terhadap isi-isi perjanjian MoU Helsinki yang sudah dituangkan dalam Undang-Undang Pemerintahan Aceh (UUPA)

Kata M. Jhony, lambatnya realisasi apa yg sudah disepakati dulu adalah bagian dari kinerja pemerintah RI yang ingin membonsai proses perjanjian damai di Aceh.

“Maka, sudah sepatutnya Mualem selaku eks panglima GAM bersuara lantang seperti itu, mengingat RI berdamai dengan GAM, bukan dengan pihak lain. Kami selaku anak almarhum para kombatan GAM siap mendukung langkah Mualem sebagai pimpinan almarhum ayah kami dulu di hutan untuk mewujudkan referendum,” ujarnya.

Baca juga:  Mualem Suarakan Referendum, PPP: Bukan Suara Mayoritas Rakyat Aceh

Juru bicara Jasa, Zulfikar, menambahkan, pihaknya sudah gerah dengan tingkah laku pemerintah pusat yang terus menerus membonsai satu persatu poin poin yang tertuang dalam MoU Helsinki.

“Bukankah hak pusat terhadap Aceh itu cuman enam pekara? Selebihnya itu dikembalikan kepada pemerintah Aceh, selaku daerah otonomi khusus. Ini kan jelas selama proses perdamaian damai berlangsung pusat tidak pernah menghargai perdamaian ini lalu buat apa kita Aceh terus komit berdamai dengan pusat kalau begini caranya,” kata Zulfikar.

Zulfikar menambahkan, Mualem selama ini telah menenangkan mereka untuk kembali hidup normal dalam suasana damai ini untuk menghormati proses perjanjian damai yang telah disepakati.

Baca juga:  Ketua DPR Bambang Soesatyo Tolak Wacana Referendum Aceh

“Dulu kami masih kecil, sekarang kami sudah besar, bayangkan saja satu almarhum kombatan GAM itu punya anak tiga, kalau kami bersatu semua, maka kami bisa melampaui enam kali lipat dari para pejuang dulu,” kata Zulfikar.

Pihaknya juga meminta Mualem untuk disegerakan persoalan referendum.

“Kami sudah siap bersama Mualem apapun yang terjadi,” kata Zulfikar.

Comments