Mercinews

Bisnis

Kadin Aceh Pimpinan Mualem Fasilitasi Ekspor CPO ke India

Peresmian ekspor perdana CPO melalui Pelabuhan Kreueng Geukuh (Foto: portalsatu.

Lhokseumawe,- Luput dari perhatian dan dukungan Pemerintah Aceh. Ketua Umum Kadin Indonesia, pimpinan H. Muzakir Manaf atau akrab disapa Mualem, terus melakukan berbagai terobos.

Selasa, 12 November 2019 lalu misalnya, organisasi pengusaha ini kembali menjadi mediasi dan memfasilitasi, denyut ekonomi di pantai timur dan utara Aceh.

Rencananya, ada 6 ribu metrik ton crude palm oil (CPO) atau minyak sawit mentah akan diekspor ke India, melalui Pelabuhan Krueng Geukuh, Kabupaten Aceh Utara.

Geliat ekonomi ini, sekaligus memangkas mata rantai ekspor yang selama ini dilakukan melalui Pelabuhan Belawan, Sumatera Utara.

Nah, ekspor tadi dilakukan PT. Aceh Makmur Bersama (AMB). Direktur operasional perusahaan itu, Teuku Irsyadi kepada media ini, Rabu, 13 November 2019 menjelaskan. Harusnya, pengiriman CPO tadi dapat dilakukan hari itu. Namun, karena kapal pengangkut masih tertahan akibat adanya kendala di Pelabuhan Dumai, Riau. Maka, diperkirakan proses ekspor baru bisa dilakukan hari ini.

Itu sebabnya kata Irsyadi, setelah kapal tiba di Pelabuhan Krueng Geukuh, langsung dilakukan penyaluran CPO dari penampungan milik PT AMB ke kapal. Hari berikutnya baru diberangkatkan untuk kegiatan ekspor tersebut.

“Ekspor minyak sawit mentah ini baru perdana dilakukan melalui Pelabuhan Krueng Geukuh menuju ke Pelabuhan Kandala, India,” ucap Teuku Irsyadi.

Sementara itu, Publik Relation (PR) PT AMB Petrus Budianto mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan Just Oil and Grain Pte Ltd, Singapura, selaku pengguna fasilitas terminal PT AMB, melalui anak perusahaan lokalnya, PT Agritrade Cahaya Makmur sebagai pengusaha yang mengumpul suplier CPO.

Baca juga:  Wiranto Sebut Mualem Bisa Disanksi Hukum, Ini Kata Pengamat Politik Herdi Sahrasad

CPO yang diekspor itu kata Petrus, dikumpulkan dari Aceh Utara, Aceh Barat, Aceh Timur, Aceh Tengah, dan Kota Lhokseumawe. Dia berharap semakin banyak suplier yang bergabung dan sama-sama memberikan dampak positif untuk CPO Aceh.

“Kami bertekat untuk terus memajukan perekonomian daerah Aceh, terlebih pada industri sawit yang merupakan produk unggulan dalam negeri dan memang mampu bersaing di pasar internasional,” katanya.

Karena itu kata Petrus, dukungan kerja sama dari seluruh pihak merupakan kunci utama agar kelangsungan kegiatan ekspor CPO selalu berjalan lancar.

Saat itu, juga diresmikan Bulking Terminal Facility Pusat Logistik Berikat (PLB) PT Aceh Makmur Bersama yang dilakukan Plt Gubernur Aceh diwakili Staf Ahli Gubernur Aceh, Bidang Perekonomian, Keuangan dan Pembangunan, Mahyuzar Majid Reuby.

Peresmian itu ditandai dengan menandatangani prasasti oleh Mahyuzar Majid Reuby, didampingi Kadin Aceh Muzakkir Manaf (Mualem) dan Bupati Aceh Utara Muhammad Thaib, Bupati Aceh Timur Hasballah M Thaib, dan Wali Kota Lhokseumawe, Suadi Yahya serta undangan lainnya. Selain itu juga ditandai dengan pemotongan pita dan melepas balon ke udara serta menyantuni anak yatim piatu.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Aceh Muzakir Manaf menjelaskan. Paska kegiatan ekspor perdana ini, pihakya akan segera melakukan pertemuan dengan para pengusaha minyak kepala sawit (CPO) di Aceh.

Baca juga:  Mualem Lantik Pengurus KONI Bireuen, Semoga Olahraga Bireuen Semakin Maju

Peluncuran pengapalan dan ekspor perdana minyak kelapa sawit mentah atau cpo (crude palm oil) sekitar 6.000 metrik ton (MT) ke India di Pelabuhan Krueng Geukueh, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara (Foto: Samudra Post).

Tujuannya, menghimpun CPO yang ada di Aceh agar bisa diekspor ke luar negeri melalui Pelabuhan Krueng Geukuh, Aceh Utara.

“Insya Allah dalam waktu dekat kami akan kumpulkan para pengusaha CPO di Aceh Utara, supaya tidak lagi melakukan ekspor melalui Pelabuhan Belawan, Sumatera Utara, tapi dilakukan lewat Pelabuhan Krueng Geukuh, melalui PT Aceh Makmur Bersama (AMB),” jelas Mualem, Rabu siang pada media ini.

Katanya, ekspor CPO menguntungkan kedua belah pihak antara Aceh dan India. Makanya, diharapkan ekspor ini bisa berjalan secara terus-menerus. Dia mengaku, produk unggulan di Aceh sangat banyak dan bila proses ekspor dari Aceh ini berhasil, pihaknya akan mengusulkan ke DPR Aceh untuk dibuat qanun agar produk CPO dan lainnya tidak lagi diekspor melalui Sumatera Utara.

Kerja sama antara Aceh dan India kata Mualem sudah digagas sejak dua tahun. Ia berharap ada komoditas lain yang bisa dikerjasamakan nantinya.

“Kita berharap, adanya ekspor komoditas lainnya melalui pelabuhan Krueng Geukuh, dapat terus berkembang. Semua itu, tentu memerlukan dukungan dari masyarakat setempat khususnya dan Aceh umum,” harap Mualem. Semoga.[m/]

Comments