Kecelakaan Helikopter Presiden Iran Ebrahim Raisi, Eror atau Dierorkan?

Jumat, 24 Mei 2024 - 00:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Mercinews.com – Pemerintah Iran memulai investigasi kecelakaan helikopter yang membunuh Presiden Iran, Ebrahim Raisi dan rombongan. Meski ada kemungkinan faktor cuaca atau kondisi helikopter, Iran memutuskan untuk menyelidiki lebih jauh.

Pakar intelijen menilai ada kemungkinan sabotase mengingat kecelakaan terjadi di tengah tingginya intensitas perlawanan Iran terhadap rezim Zionis Israel. Di mana dalam tujuh bulan terakhir, Israel gencar menyerang Palestina hingga mengakibatkan 36 ribu warga Palestina meninggal dunia.

Baca Juga:  Pengadilan Kota Balashikha menerima kasus suap terbesar dalam sejarah Rusia

Namun Israel disebut tidak berani bertindak sendirian untuk terlibat dalam kematian Presiden Iran. “Pada dasarnya kemungkinan itu kecil, karena Israel sendiri tentu tidak berani untuk menanggung risiko dengan cara melakukan sabotase terhadap pimpinan tertinggi,” jelas Pengamat Timur Tengah UI, Yon Machmudi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Meski begitu, Iran dinilai tidak akan tinggal diam jika terbukti penyebab kematian Presiden Ebrahim Raisi akibat serangan Israel. “Kalau betul itu memang aksi dari Israel, tentu mereka akan memberikan balasan yang jauh lebih besar,” jelas Pengamat Timur Tengah Unpad, Dina Sulaeman.

Baca Juga:  Di Swedia, Zelenskyy Memohon pada Sekutu Minta Lebih Banyak Senjata untuk Ukraina

Iran telah banyak kehilangan pejabat tinggi dan ilmuwan nuklirnya melalui sejumlah aksi pembunuhan, baik yang diakui maupun yang tidak diakui oleh Israel. Termasuk sabotase yang dilakukan oleh agen intelijen Israel, Mossad.

Baca Juga:  RI Kecam Kebiadaban Israel di Gaza, Minta Dunia Internasional Bertindak!

Pasalnya Iran sejak revolusi Islam 1979, konsisten menentang penjajahan Israel serta Barat terhadap Palestina dan sejumlah negara lainnya.

Sementara itu, pemakaman Presiden dan Menteri Luar Negeri Iran, serta penumpang helikopter kepresidenan lainnya yang jatuh, terus berlanjut di Teheran.

(*)

 

Sumber: Metro

Berita Terkait

Ukraina dan Jepang menandatangani perjanjian jaminan keamanan bilateral
Pengadilan Kota Balashikha menerima kasus suap terbesar dalam sejarah Rusia
Erdogan: penolakan Israel untuk menyerukan gencatan senjata di Gaza “merusak”
Erdogan Sebut pengakuan Spanyol terhadap Palestina langkah penting menuju perdamaian
Seimas Lituania menyetujui wajib militer untuk dinas militer sepulang sekolah
Trump dapat membatalkan perjanjian keamanan yang akan ditandatangani Biden dan Zelensky
Kebakaran hebat terjadi di gudang kilang minyak di Erbil Irak
Thailand telah umumkan keinginannya untuk menjadi anggota BRICS
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 14 Juni 2024 - 00:46 WIB

Ukraina dan Jepang menandatangani perjanjian jaminan keamanan bilateral

Kamis, 13 Juni 2024 - 23:57 WIB

Pengadilan Kota Balashikha menerima kasus suap terbesar dalam sejarah Rusia

Kamis, 13 Juni 2024 - 22:56 WIB

Erdogan Sebut pengakuan Spanyol terhadap Palestina langkah penting menuju perdamaian

Kamis, 13 Juni 2024 - 22:41 WIB

Seimas Lituania menyetujui wajib militer untuk dinas militer sepulang sekolah

Kamis, 13 Juni 2024 - 22:19 WIB

Trump dapat membatalkan perjanjian keamanan yang akan ditandatangani Biden dan Zelensky

Kamis, 13 Juni 2024 - 13:49 WIB

Kebakaran hebat terjadi di gudang kilang minyak di Erbil Irak

Kamis, 13 Juni 2024 - 02:33 WIB

Thailand telah umumkan keinginannya untuk menjadi anggota BRICS

Kamis, 13 Juni 2024 - 01:55 WIB

Militer Rusia Serang area parkir pesawat Angkatan Bersenjata Ukraina

Berita Terbaru