Aceh

Kemenag Abdya Lauching Kartu Nikah Baru

Kemenag Abdya Lauching Kartu Nikah Baru

Blangpidie (Mercinewa.com) – Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), H. Iqbal Sag MAg, launching kartu nikah untuk pasangan suami istri baru Subki dan Elviyana yang resmi menikah pada, Kamis (19/12).

Pasangan baru ini yang perdana menerima kartu tersebut. H. Iqbal Sag MAg menjelaskan, kartu nikah ini merupakan produk baru dari Kementrian Agama.

Kartu ini memiliki sejumlah manfaat bagi para pengantin yang baru menikah. Penerimanya kini cukup hanya membawa kartu sebesar ATM ketika bepergian keluar daerah.

“Tidak bawa buku nikah lagi. Bawa kartu ini saja jika ingin bepergian. Kalau pihak hotel minta kelengkapan identitas, tinggal tunjuk kartu itu saja,” kata Iqbal

Dikatakannya, kartu ini terkoneksi dengan aplikasi sistem informasi manajemen nikah berbasis website (Simkah Web). Ini diciptakan bertujuan untuk mempermudah para pegantin. Kedepan, kartu ini akan ditingkatkan lagi fungsinya.

Baca juga:  Partai Aceh kehilangan empat kursi di DPRK Abdya

“Dia (kartu nikah) terkoneksi dengan Simkah Web. Kedepan akan ditingkatkan lagi inovasinya,” ujar Iqbal.

Menurutnya, kartu nikah ini hanya bisa digunakan untuk penguna resminya saja. Kartu ini telah didesain sedemikian rupa sehingga tidak bisa beralih pemilik dan di palsukan. Apalagi, pada kartu tertempel foto pasangan pemegangnya.

“Di kartu ada Chip data pemengang sudah akurat dan terintegrasi dengan data kependudukan dan data statistic. Jadi tidak bisa di palsukan,” kata Iqbal.

Iqbal menerangan, proses kartu nikah ini akan keluar sangat cepat. Setelah Ijab qhabul. Pasangan yang sudah melangsungkah pernikahan langsung menerima buku dan kartu nikah pada hari itu juga.
”Kecuali tidak ada koneksi jaringan. Kalau jaringan terkoneksi, bisa setelah ijab qhabul kartunya keluar,” kata Iqbal.
Iqbal menerangkan, adapun jumlah kartu nikah yang disiapkan pihaknya untuk Abdya menyesuaikan dengan jumlah pasangan menikah dalam satu bulannya.

Baca juga:  Adik Bupati Abdya Dilantik Sebagai Kepala Badan Keuangan

”Misal di KUA Blangpidie 20 per-bulan kita siapkan segitu,” ujarnya.
Ditanya terkait wacana Kementerian Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) yang akan memberlakukan sertifikasi pada tahun 2020 mendatang, Iqbal menilai bahwa bimbingan perkawinan adalah sesuatu yang bagus. Menurutnya tiga bulan bimbingan pernikahan merupakan waktu yang singkat.
“Kita perlu memberi pemahaman dan pengertian kepada masyarakat bahwa bimbingan ini perlu, karena ini untuk masa depan. Mereka yang sudah ikut bimbingan akan keluar sertifikat,” kata Iqbal.
“Dengan adanya bimbingan luas tentang pernikahan, maka dapat meminimalisir angka kasus-kasus rumah tangga,” ujar dia. [m/]

Comments