Mercinews

Nasional

Ketua DPR Bambang Soesatyo Tolak Wacana Referendum Aceh

Ketua DPR Bambang Soesatyo. Foto Net

Jakarta, Mercinews.com – Ketua DPR Bambang Soesatyo menolak secara tegas wacana referendum yang dimunculkan oleh Ketua Umum Partai Aceh (PA) Muzakir Manaf.

Sebelumnya, wacana mengenai referendum di Aceh digulirkan oleh Muzakir Manaf yang juga mantan Wakil Gubernur Aceh itu.

Mantan panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM) itu memunculkan istilah referendum terkait hasil pemilihan umum 2019.

“Kami menolak secara tegas rencana referendum yang akan dilaksanakan oleh rakyat Aceh mengingat Indonesia merupakan negara kesatuan yang berdaulat dan NKRI adalah harga mati,” ujar Bambang melalui keterangan tertulis, seperti dilansir Sindonews.com, Senin (3/6/2019).

Bamsoet–sapaan akrabnya–mengimbau TNI untuk mengantisipasi perkembangan isu tentang referendum Aceh supaya dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat. Dan juga mencegah timbulnya pergolakan politik di daerah lainnya.

Baca juga:  Apa Karya: Kon Reutak Mualem Jak Peugah Referendum Aceh

Politisi partai Golkar ini juga meminta para akademisi dan ahli hukum tata negara menjelaskan langsung kerugian dari referendum yang akan diderita oleh masyarakat Aceh.

Menurutnya, hal tersebut berkaca pada berpisahnya masyarakat Timor Timur seusai memisahkan diri dari Indonesia.

“Kami mengimbau kepada akademisi dan pakar hukum tata negara secara bersama untuk menjelaskan kerugian yang ditimbulkan sebagai dampak dari adanya referendum. Seperti menghilangkan rasa persatuan dan kesatuan sebagaimana dahulu pernah terjadi pada provinsi Timor Timur,” tuturnya.

Wacana referendum Aceh yang baru-baru ini digulirkan mantan Panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM), Muzakir Manaf dinilai tak masuk akal. Sebab, komunikasi politik dengan Pemerintah pusat sudah dianggap baik sejauh ini dan berjalan kondusif.

“Bahkan Aceh diberikan otonomi khusus oleh negara sebagai penghargaan khusus yang memiliki nilai sejarah penting bagi republik ini,” ujar Direktur Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno kepada SINDOnews.

Baca juga:  Wiranto: Muzakir Manaf Bisa Kena Sanksi Hukum karena Wacana Referendum Aceh

Menurutnya, wacana referendum Aceh terkait hasil pemilu juga dirasa tak tepat, karena pemilu hanya suksesi politik bukan alat pemisah dari negara.

“Pemilu tentu tak tepat jika dijadikan alasan referendum. Pemilu hanya suksesi politik biasa bukan alat berpisah dari negara kesatuan,” jelasnya.

Selain itu, wacana ini jika dibiarkan juga dapat berpotensi konflik karena akan memancing daerah lain untuk melakukannya.

“Ya, jelas wacana referendum ini berpotensi konflik karena memancing daerah-daerah lain untuk melakukan hal serupa. Cuma aneh saja hanya karena urusan pemilu mau referendum. Alasannya enggak logis,” ungkapnya.

Comments
To Top