Mercinews

Daerah

KM Santika Nusantara Terbakar di Sumenep, 4 Penumpang Tewas 23 Hilang

KM Santika Nusantara terbakar di perairan Masalembu (Foto: Istimewa)

Sumenep, Mercinews.com – KM Santika Nusantara dari Surabaya menuju Balikpapan terbakar di Perairan Masalembu, Sumenep, Madura, Kamis (22/8) sekitar pukul 20.45 WIB. Dari kejadian ini, empat penumpang meninggal dunia.

“Empat orang meninggal laki-laki,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sumenep Abd Rahman Riadi saat dihubungi di Surabaya, Jumat (23/8/2019).

Rahman memaparkan dari data yang dikumpulkannya, ada 136 penumpang selamat dan empat penumpang ditemukan meninggal. Sementara tim SAR gabungan menyisir lokasi kejadian karena diperkirakan masih ada penumpang yang belum ditemukan.

Sebelumnya, dari data manifes, kapal mengangkut 111 penumpang. Namun kenyataan di lapangan berbeda. Jumlah penumpang melebihi data manifes kapal. Rahman mengatakan dari informasi anak buah kapal, kapal tersebut mengangkut 163 penumpang. Totalnya, masih ada 23 penumpang yang belum ketemu.

Baca juga:  Temuan Uang Ratusan Juta di Surabaya Ternyata Dana Saksi Partai Gerindra

“Kami masih mencari 23 penumpang yang masih hilang,” imbuhnya.

Tak hanya itu, data penumpang juga simpang siur. Karena penumpang yang ada di kapal berbeda dengan data di manifes.

Sementara itu, dari kesaksian anak buah kapal, Rahman menceritakan jika mereka sempat mencoba mematikan api dan mengevakuasi penumpang menggunakan sekoci. Namun kendalanya, lokasi kapal berada sekitar delapan mil dari Pulau Masalembu, yang memakan perjalanan sekitar 18 jam dari Sumenep.

Selain itu, Rahman mengatakan proses evakuasi juga dibantu nelayan dan tagana. Rahman menyebut pihaknya juga meminta bantuan dari Kantor SAR Balikpapan karena lokasinya lebih dekat dibanding dengan Kantor SAR Surabaya.

Baca juga:  Perempuan Asal Malut yang Terindikasi Radikal di Bandara Juanda Adalah Polwan

Kini, pihaknya masih berupaya untuk melakukan evakuasi. Terlebih, cuaca yang tidak mendukung menjadi salah satu penghambat.

“Cuaca di sekitar lokasi berangin sehingga menyulitkan evakuasi yang dilakukan oleh kapal-kapal nelayan yang rata-rata ukurannya kecil,” pungkasnya.

 

Sumber: detikcom

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.