Mercinews

Nasional

Komnas HAM: Kita Sudah Periksa Irwandi, Tagore Abubakar, Jenderal TNI dan Polri

Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik. Ist

Jakarta, Mercinews.com – Beberapa hari ini publik di Aceh dihebohkan dengan surat pemanggilan kepada Mantan Panglima GAM Muzakir Manaf dari Komnas HAM.

Dalam surat yang beredar luas itu, disebutkan bahwa pemanggilan Muzakir Manaf terkait peristiwa pelanggaran HAM berat di Timang Gajah Kabupaten Bener Meriah.

Banyak pendapat bersilewaran, opini dan argumentasi sendiri-sendiri.

Mualem Muzakir Manaf sendiri juga melaporkan pemanggilan tersebut kepada Wapres Jusuf Kalla.

Lalu apa yang sesungguhnya sedang terjadi? Wartawan Serambinews com, Fikar W Eda secara khusus mewawancarai Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik, Rabu (9/10/2019) pagi menjelang siang di Jakarta. Berikut petikannya.

Pak Taufan, apa sebetulnya yang sedang dilakukan Komnas HAM, dan Muzakir Manaf dipanggil dalam kaitan apa?

Baca juga:  Aceh Jadi Pelajaran Bagi Perdamaian Dunia

Iya kita memang memanggil Pak Muzakir Manaf pada 7 Oktober kemarin. Tapi belum hadir. Saya dengar akan hadir dalam kesempatan lain, dan minta dijadwalkan kembali.

Kita sedang menuntaskan pekerjaan mengungkap kasus pelanggaran HAM berat di Timang Gajah Kabupaten Bener Meriah. Ini sisa pekerjaan dari pengurus Komnas terdahulu. Maka kami tuntaskan sekarang. Diharapkan selesai bulan November ini.

Apa relevansinya dengan pemanggilan Muzakir Manaf?

Kita ingin menggali dan mendapatkan informasi dari Pak Muzakir Manaf terkait situasi dan kondisi pada masa itu.

Seperti juga narasumber-narasumber lainnya yang sudah kita mintai keterangannya. Nanti kita simpulkan seluruh keterangan itu.

Baca juga:  Bertemu JK, Mualem: Komnas HAM Tak Paham Isi-isi Perjanjian MoU Helsinki

Maksudnya Mualem Muzakir Manaf diperiksa sebagai saksi atau tersangka pelaku?
Bukan..bukan…kita tidak sedang menetapkan pelaku.

Kita hanya mau mencari kebenaran seperti apa peristiwa pelanggaran HAM pada masa itu. Mualem adalah salah seorang narasumber yang kita harapkan menyampaikan kondisinya seperti apa pada waktu itu. Itu saja. Jadi bukan mau mentersangkakan seseorang.

Sudah berapa banyak yang sudah memberikan keterangan, dan siapa saja mereka?

Ada ratusan orang yang sudah kita wawancarai. Termasuk jenderal TNI, jenderal Polri, mantan milisi, mantan anggota GAM, mantan Panglima Sagoe GSM, PETA dan sebagainya. [m/]

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.