Mercinews

Ekonomi

Komoditi Aceh Diekspor dari Pelabuhan Belawan, bandara Kualanamu, dan Jakarta

Ilustrasi. [Foto Istimewa]

Banda Aceh, Mercinews.com – Kinerja ekspor Aceh belum mampu mengimbangi meningkatnya impor yang naik tajam.

Kondisi ini telah membuat neraca perdagangan Aceh mengalami defisit kian dalam pada Juli 2019.

Aceh mengalami defisit perdagangan senilai USD 48,14 juta lebih, atau tumbuh negatif sebesar 200,5 persen jika dibanding Juni 2019, di mana defisit perdagangan Aceh sebesar USD 16 juta lebih.

Rilis resmi BPS Aceh menunjukkan, pada Juli 2019, total nilai impor Aceh tembus USD 74.842.388 atau tumbuh sebesar 94,87 jika dibanding pada Juni 2019.

Baca juga:  Ulama Dukung Pemerintah Aceh Legalkan Poligami

Kendati nilai ekspor juga tumbuh, namun tak begitu signifikan. Nilai ekspor Aceh pada Juli 2019 sebesar USD 26.699.941 atau tumbuh 19,26 persen dibanding Juni 2019.

Selain itu, Aceh masih mengandalkan beberapa pelabuhan dan bandara di luar Tanah Rencong untuk kegiatan ekspornya.

Bahkan sebesar 50 persen lebih dari total ekspor sebesar USD 26.699.941 pada Juli 2019, dikirim melalui pelabuhan dan bandara, di antaranya, Provinsi Sumatera Utara dan jakarta.

Kopi Arabica WIB atau Robusta OIB, tidak dipanggang, tidak dihilangkan kafeinnya, merupakan kelompok komoditi terbesar yang diekspor melalui pintu ekspor luar Aceh.

Baca juga:  Ini Ratusan Senjata sisa konflik Aceh serahan warga secara sukarela

Komoditi tersebut diekspor melalui Pelabuhan Belawan dan Bandara Kualanamu di Provinsi Sumatera Utara dan Bandara Soekarno-Hatta di Provinsi Banten, DKI Jakarta.

Baca: Kinerja Impor Terus Tumbuh, Neraca Perdagangan Aceh Defisit USD 48,14 Juta

Sementara komoditi terbesar yang diekspor pada bulan Juli 2019 melalui pelabuhan di Provinsi Aceh adalah komoditi Batubara yang dilumasi maupun tidak senilai USD 12.753.253.

Komoditi tersebut diekspor melalui Pelabuhan Meulaboh yang menuju negara India dan Tiongkok. [m/e]

Comments