Mercinews




Konflik di Libya Meningkat, 21 Orang Tewas

AFP via BBC Tentara Nasional Libya (LNA) ketika berjaga kota selatan Sebha Maret lalu.

Tripoli, Mercinews.com – Konflik yang terjadi di Libya meningkat ketika pasukan kuat Khalifa Haftar melancarkan serangan udara di pinggiran Tripoli. Pemerintahan yang didukung PBB berjanji melakukan serangan balasan besar-besaran.

Dilansir dari AFP, Minggu (7/4/2019), Pertempuran sengit kembali terjadi pada Minggu pagi di selatan ibu kota antara Tentara Nasional Libya (LNA) di bawah komando Haftar dan pasukan yang mendukung Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) yang diakui secara internasional.

Bentrok itu terjadi di wilayah pertanian Wadi Raba dan bandara internasional di selatan ibukota hancur. Juru bicara pasukan pro-GNA mengumumkan serangan balasan terhadap pasukan Haftar.

Baca juga:  Brunei Akan Hukum Rajam Sampai Mati Kaum LGBT, PBB: Tidak Manusiawi!

Kolonel Mohamed Gnounou mengatakan kepada wartawan bahwa operasi “Kemarahan Gunung Berapi” ditujukan untuk “membersihkan semua kota-kota agresi dan pasukan tidak sah Libya” ini merujuk pada para pejuang Haftar.

LNA mengatakan pihaknya telah melakukan serangan udara pertama di pinggiran Tripoli. Serangan menentang seruan dari komunitas internasional untuk menghentikan permusuhan.

PBB menyerukan gencatan senjata dua jam yang mendesak untuk memungkinkan evakuasi warga sipil dan yang terluka. Sementara pemerintah persatuan mengatakan pertempuran sejauh ini telah menewaskan 21 orang.

Baca juga:  AS Ancam Veto Resolusi Perlindungan Internasional untuk Palestina

Persaingan antara kedua kubu ini mengancam untuk menjerumuskan negara ke dalam perang saudara. Libya yang kaya minyak terbelah oleh kekacauan sejak pemberontakan yang didukung NATO pada 2011 menewaskan Muammar Gaddafi.

Pemerintah saingan dan kelompok-kelompok bersenjata berjuang untuk mendapatkan kekuasaan. Upaya berulang untuk menemukan solusi damai gagal.

 

 

Comments