Mercinews

Asia Pasifik

Korea Utara Sebut Kandidat Capres AS Joe Biden sebagai ‘Anjing Gila’

Joe Biden (BIDEN CAMPAIGN HANDOUT

Pyongyang, Mercinews.com – Korea Utara (Korut) melontarkan hinaan bagi kandidat calon presiden (capres) Amerika Serikat (AS), Joe Biden. Korut menyebut Biden yang mantan Wakil Presiden AS itu sebagai ‘anjing gila’ yang ‘harus dipukuli hingga mati’.

Seperti dilansir AFP, Jumat (15/11/2019), Korut selama ini dikenal dengan perkataan pedas, namun hinaan yang dilontarkan Korut untuk Biden kali ini tergolong sangat kasar jika dibandingkan sebelum-sebelumnya. Hinaan itu disampaikan melalui kantor berita resmi Korut, Korean Central News Agency (KCNA).

“(Biden) Memiliki keberanian untuk memfitnah martabat kepemimpinan tertinggi DPRK,” sebut KCNA dalam laporannya pada Kamis (14/11) malam waktu setempat. KCNA menggunakan nama resmi Korut, yakni DPRK atau Republik Demokratik Rakyat Korea.

“Anjing gila seperti Biden bisa melukai banyak orang jika mereka dibiarkan berlarian. Mereka harus dipukuli hingga tewas dengan tongkat,” tulis KCNA. “Melakukan hal itu juga akan menguntungkan AS,” imbuh KCNA.

Baca juga:  Pesawat Drone Militer AS Hilang di Wilayah Libya, Ditembak Jatuh?

Tidak diketahui secara jelas apa yang memicu kemarahan Korut pada Biden. Namun diketahui bahwa tim kampanye Biden yang merupakan kandidat capres untuk Partai Demokrat, pekan ini merilis iklan yang mengecam kebijakan luar negeri pemerintahan Presiden AS Donald Trump.

Ada bagian di dalam iklan itu yang berbunyi: “Diktator dan tiran dipuji, sekutu-sekutu kita dikesampingkan.”

Narasi pada iklan itu menyebut kata ‘tiran’ tepat saat ditampilkan foto Trump dan pemimpin Korut Kim Jong-Un sedang berjabat tangan saat pertemuan bersejarah di Singapura tahun lalu.

Dalam laporannya, KCNA tampaknya mengutip kata hinaan yang menjadi favorit Trump untuk Biden, yakni ‘Sleepy Joe’. Tidak hanya itu, KCNA juga menyebut Biden menunjukkan ‘tanda-tanda tahap akhir demensia’.

Baca juga:  Obama Sebut Trump Telah Salah Jalan

“Tampaknya waktu telah datang baginya untuk meninggalkan hidupnya,” sebut KCNA dalam artikelnya. KCNA salah menulis nama Biden sebagai ‘Baiden’ dalam artikelnya yang diduga dipicu oleh ejaan dalam alfabet Korea.

Ini bukan pertama kalinya Korut menghina Biden. Pada Mei lalu, Korut menyebut Biden sebagai ‘dungu’ dan ‘orang bodoh dengan IQ rendah’ setelah mantan Senator AS itu menyebut Kim Jong-Un sebagai seorang diktator dan tiran.

Peneliti senior pada Sejong Institute, Cheong Seong-Chang, menyebut retorika Korut itu menunjukkan ‘ketidaksabaran’ terhadap setiap kritikan untuk Kim Jong-Un. “Pyongyang selalu benci mendengar pemimpinnya dicap sebagai tiran atau diktator oleh dunia luar,” sebut Cheong dalam analisisnya.[m/]

Comments