Mercinews

Aceh

KPK-Intim Desak Pemerintah Usut Dana Desa Ruseb Ara

KPK-Intim Desak Pemerintah Usut Dana Desa Ruseb Ara

Bireuen, Mercinews.com – Komunitas Pencengah Korupsi atau disingkat (KPK-Intim) wilayah Aceh angkat bicara terkait permasalahan yang terjadi di Gampong Ruseb Ara, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen yang belum juga menemukan titik terang terkait masalah penyalahgunaan anggaran Dana Desa tahun 2018 oleh oknum kepala Desa.

Ketua umum KPK-Intim Propinsi Aceh Yusri,S.Sos Kepada awak media menuturkan bahwa jika permasalahan gampong Ruseb Ara mengenai penggunaan anggaran dana desa tahun 2018 yang diduga disalah gunakan oleh oknum kepala desa tidak diselesaikan, maka kami akan melaporkan masalah tersebut kepada pihak yang berwajib di tingkat Kabupaten dan bila perlu kami akan membawa masalah ini kepada Kementrian Desa.

“Menurut informasi yang kami dapatkan dari ketua Lembaga Tuha Peut Gampong Ruseb Ara Azmir Usen, masalah ini sudah berlarut-larut sudah hampir satu tahun lebih, baik di tingkat kecamatan maupun kabupaten, padahal laporan dari Tuha Peut Gampong tersebut sudah lama di ajukan kepada pihak yang berwenang di kabupaten, tapi tidak di tanggapi dengan serius”, tutur Yusri, Senin (16/09/2019).

Baca juga:  Praperadilan Ditolak, Status Tersangka Irwandi Yusuf Sah

Tambahnya, saat kami konfirmasi kepada pihak kecamatan dalam hal ini Camat Alfian melalui Via Whatsapp tentang perihal masalah Gampong Ruseb Ara, tapi tidak kami dapati tanggapannya, cuma di baca saja pesannya.

Kemudian kami konfirmasi kepada pihak Kabupaten yaitu kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong, Perempuan dan Keluarga Berencana (DPMG dan KB) Bapak Bob Miswar Melalui Whatsapp tentang hal serupa namun katanya adalahkan kami tindaklanjuti sebagaimana yang di atur dalam aturan.

Juga kepada Sekda Kabupaten Bireuen Bapak Zulkifli,SP melalui via Whatshaap menanyakan hal serupa.

“Bagaimana sudah permasalahan yang terjadi di desa Ruseb Ara, beliau menjawab alhamdulillah akan kain tindaklanjuti/koordinasi secepat mungkin dengan pihak camat, sebelum kami ambil keputusan, sebutnya
Mengacu kepada Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) dari Inspektorat Kabupaten Bireuen sudah sampai ketangan Keuchik Gampong Ruseb Ara”.

Yusri, sangat menyayangkan bahwa LHP tersebut belum sampai ketangan Tuha Peut yang mengajukan audit dana desa kepada pihak ispektorat. Dan sunyi senyap terdengar di kantor camat bahwa itu adalah menjadi rahasia negara tidak bisa kita kasih kesembarangan orang, yang padahal menurut Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2018 Tentang Keterbukaan Publik dan Peraturan pemerintah Republik Indonesia Nomor 61 Tahun 2010 Tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik.

Baca juga:  Hujan Deras, Sejumlah Desa di Bireuen Banjir

Maka dari itu patut kita curigai kepada pemangku kepentingan kecamatan,
Menurut LHP Hasil pemeriksaan realisasi Rp. 434.361.250 dan silva tahun 2018 Rp. 310.2019.750 dan sudah dilakukan penarikan posisi 02-04-2018 telah dilakukan penarikan dari kas gampong sebesar 28.098.950 tidak sesuai dengan pasal 2 ayat 1, pasal 7 ayat 2, pasal 12 ayat 1, Perbub nomor 6 tahun 2018.

Maka kami berharap kepada pihak yang memiliki wewenang untuk segera menyelesaikan masalah ini agar tidak menjadi hal yang biasa karena dibiasakan di kalangan rakyat, dan untuk menjadi pelajaran kepada kepala desa lain agar tidak sembarangan bermain-main dengan anggaran dana desa, karena itu uang negara yang sampai kapanpun bisa di usut oleh Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI)”, tutur Yusri.

[MIS]

Comments